Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juni 2010

07-06-2010

when I think about u


what they said:


when I think about the universe

Minggu, 16 Mei 2010

Good Listener for your pray goes to...

Hari ini saya 'Online' dengan Tuhan. Tuhan bertanya padaku 'Tumben
Online?! kemana saja kamu akhir-akhir ini?!'. Aku bilang aku sibuk dan
ngga sempat. Aku pun minta maaf padaNya. Dia tidak marah. Dia malah
bilang, 'Aku tahu kok. Dan asal kamu tahu, Aku Online 24 jam nonstop,
unlimited, untuk mendengar dan memberi solusi atas keluh kesahmu! Jadi,
datanglah padaKu kapan pun kamu bisa. Aku pasti mendengar'

Minggu, 07 Februari 2010

TEGA

Kau selalu mengatakan hal itu jika aku menolak keberadaanmu dihatiku
Seolah kata itu terus menggema dikepalaku
Aku pun tak mampu lagi menolakmu
Hingga aku tak peduli apa tindakanku benar atau salah
Yang ku tahu kau bahagia saat bersamaku
Tega... membuatku lemah, membuatku menjadi hambamu
Memujamu seolah aku tak peduli kau milik siapa
Tega... membuatku merasa bersalah, karena membuatmu tak berpuas diri
Itulah sebabnya aku disana, bersamamu
Tapi...
Ternyata kau lebih tega
Membiarkanku kini sendiri tanpamu
Dan kau bersamanya
Membiarkanku dengan cinta yang tak perah kau terima
Cinta yang hanya kau nikmati dan kau kembalikan begitu saja
Seolah cinta itu hanya barang pinjaman yang mungkin sudah kau rusak
Tapi kau tak mau menanggung kerusakannya
Kau tega.
Kau tega membiarkanku menangis siang dan malam,
Menangis, menyesali...
Kenapa tak kumiliki saja dirimu dari dulu

Rosa - Tega
menjelang hari bahagiamu
kau tak pernah tahu aku bersedih
kau lupakan semua kenangan lalu
lalu kau campakkan begitu saja
tegaaaaa

aku tahu dirimu kini
telah ada yang memiliki
tapi bagaimanakah dengan diriku
tak mungkin ku sanggup untuk kehilangan dirimu

aku tahu bukan saatnya
tuk mengharap cintamu lagi
tapi bagaimanakah dengan hatiku
tak mungkin ku sanggup hidup begini
tanpa cintamu

tak ingatkah kau dulu pernah berjanji
bahagiakan diriku selamanya
tak berartikah cinta kita yang lalu
hingga kau bersama dengan dirinya
tegaaaaa

Rabu, 20 Januari 2010

un-expected dream

Sound of polyphonic woke me up today.
Last night, before I slept, I pray to the God for not bring him into my dream.
And it's work.

It's been 4 days before I swam with my college's friends on the evening,
I dreamed about that boy!
I can't handle it, because one of my friends told me
Even if I tried to forget him, but deep inside my heart was deny it
So he's just came into my dream, over and over again, although I was un-expected it

Thanks God for today
Hope tonight I'll dream about the other thing
because it's the only way, so that I can stop thinking of him

Rabu, 13 Januari 2010

a song to make me cry

13 januari 2010, pukul 18:46 WIB, saat itu aku merasa rasa sakit itu datang lagi, luka yang tadinya aku yakini akan hilang dengan berjalannya waktu. Tapi, rasanya ngga semudah itu. Apalagi melihat kenyataan bahwa dalam waktu dekat ini, seseorang yang aku kasihi akan memulai kehidupan barunya setelah ia mencuri waktu untuk bersamaku.

Lalu aku ingin menangis.

Dan perasaanku ingin mendengar lagu melow yang bisa mendukungku untuk mengeluarkan air mata yang perih ini.

Aku tak banyak tahu lagu apa saja yang ada di playlist winamp ku. Aku hanya membuka aplikasinya dan langsung menekan tanda play. Aku ngga berfikir kalau aku akan langsung mendengar lagu melow yang aku harapkan. Ada hampir 961 lagu yang aku taruh dalam playlist winamp-ku. Dan didalamnya ada berbagai macam genre musik. Dari yang rock metal, Pop, Alternative, bahkan Dance. Namun ngga disangka saat lagu itu terdengar, alunan petikan gitar yang mendayu mulai menusuk hati.

Lagu siapa ini? Tentang apa lagu ini? Dan saat itu juga aku langsung sadar. Ini lagu yang tepat menggambarkan suasana hatiku saat ini. Dan aku menangis.

Aku pun berkesimpulan, bahwa ternyata lagu memang tercipta untuk mendukung suasana hati, baik saat suka maupun duka. Itulah sebabnya manusia tak lepas dari nyanyian, senandung, bahkan hanya baitan lirik. Manusia perlu mengungkapkan isi hatinya.

Rush – Tears

All of the seasons and all of the days
All of the reasons why I've felt this way
So long...
So long

Then lost in that feeling I looked in your eyes
I noticed emotion and that you had cried
For me,
I can see

What would touch me deeper...
Tears that fall from eyes that only cry?
Would it touch you deeper
Than tears that fall from eyes that know why?

A lifetime of questions, tears on your cheek
I tasted the answers and my body was weak
For you,
The truth.

What would touch me deeper...
Tears that fall from eyes that only cry?
Would it touch you deeper
Than tears that fall from eyes that know why?

Rush - Tears .mp3


Found at bee mp3 search engine

Sabtu, 09 Januari 2010

The Last Letter for The Lost Boy

Hey...!!
You again?! Are you came to me as a jerk or as my chum?!
You said 'the second'.
Ok, you came to me as my chum. So, what do you want?!
...
Oh, you dare me again?! How dare you?!
What am I supposed to do?!
Like usually; Listened to your sigh and love you like I'm a drug for you?!
Then you look at me, so deeply.
Something in your eyes makes me want to lose myself
You just hypnotized me... and I'd surrender.

We're just 'loving', like a lovers make some perfect moment.
But we're know, it's never be perfect.

Then we talked about all the missed thing
that we're not talked about before.

In the end, you said enough.
And you know what, that was I want it too.
I'd said, I'm done with you.
So that's it, we're done.
Let's celebrate our decision, for a good thing in our journey.
Bye-bye the lost boy... You're the only my chum in my life.
Hope you'll find your happiness with your choice's girl who called me
'the enemy'.

Rabu, 06 Januari 2010

Call me a Cloudy

It's been six days from the early January 2010,
and it's always cloudy.
Feel's like they capturing my soul,
and then uploading on the weather.

God... what am I doing here?!
What am I looking for?!

Just standing here, look at for the sky,
and crying like the rain?!

If there's somebody help me, I wish it is you.
But that's impossible.
Cos you're the rainmaker.

Selasa, 05 Januari 2010

Hancur dan Luntur

Aku terbangun dari tidurku dengan perasaan kaget.
Baru saja aku mengalami mimpi buruk.
Sangat buruk.
Ingat film 2012, dimana bumi hancur dan tak berbentuk?
Ya, itu mimpiku. Seperti penggambaran kiamat.
Tapi bukannya aku tak meyakini kalau kiamat akan datang ditahun 2012?!
Bukankah film itu hanya fiksi semata?!
Ah, sudahlah! Bukan itu yang kukawatirkan saat ini.
Soal mimpi itu! Baru saja selesai terjadi.
Aku yang menghentikannya. Karena aku bangun dari tidurku.

Aku lihat ke arah jendela kamarku.
Pagi sudah menjelang.
Suara kicauan burung terdengar diluar sana, seolah menyambut pagi seperti biasanya.

Aku lega karena semua itu hanya mimpi.
Namun untuk memastikannya, aku bangun dan berjalan ke arah jendela kamarku dan melihat ke arah luar sana,
dimana tampak pemandangan tanah lapang dengan rumpun padi berjajar pada tiap petaknya.

Lalu aku bertanya:
"Pagi dunia? Apa bentukmu masih bulat?"
Ia tak menjawab, dan tak memberi reaksi apapun.
Dari situ aku tahu, dunia memang tak berubah!
Aman!
Tapi, aku masih gelisah dan penasaran. Maka aku bertanya lagi padanya:
"Kenapa dalam mimpiku kau retak, hancur seperti di film 2012?"
Dunia tetap diam. Namun ia seolah menatap balik padaku.
Aku diam saja, tak mengacuhkan tatapannya.
Aku berdeham sekali dan mencoba menanyakan hal yang lain.
"Oya, bagaimana dengan warnamu?!
Apa kau masih menjadi planet biru diantara planet-planet yang lain?!"

Dunia diam. Ia kembali menatapku balik.
Kali ini aku mulai risih dan bertanya pada diri sendiri.
Kenapa dia terus menatap balik padaku?!
Seolah semua pertanyaan untuknya dikembalikan padaku begitu saja.
Apa yang diinginkannya?!

Aku penasaran.
Lalu aku mencari cermin dan mulai menatap diriku sendiri disana.

Tak ada yang salah.
Tapi kenapa Dunia seolah memutarbalikkan semua pertanyaan itu padaku.

Aku memincingkan mata,
meneliti dengan teliti apa yang salah dengan diriku.

Dan ketika aku melihat titik dibagian dadaku,
tiba-tiba ingatan tentang mimpi semalam kembali muncul.

Dunia retak, bentuknya tak lagi bulat, dan warnanya tak lagi biru.
Melainkan merah, seperti lautan darah.
Tapi apa aku yakin itu bentuk dunia?!
Mataku terbelalak kaget saat aku menyadari apa yang sebenarnya aku impikan semalam.
Itu bukan bentuk dunia! Melainkan itu bentuk dari hatiku.
Hatiku yang hancur, memberi tanda kiamat pada diriku.
Usai sudah riwayatku...
Tapi tiba-tiba sebuah suara menyadarkanku.
Suara yang mengisyaratkan sebuah kehidupan masih berlanjut.

Suara Sapi yang melenguh diluar sana.
Aku kembali bercermin dan mencoba menenangkan diri dengan berkata:
Tenang, itu cuma mimpi.
Hatimu masih utuh, dan kau bisa menjaganya agar tak hancur.

Tanyakan saja pada dunia, bagaimana caranya.
Dan dunia akan menjawabnya.

Lying Without a Soul

Kekasih yang terkasih. Tidakkah kamu merasa kehadiranku berarti untukmu? Akan kuceritakan bagaimana rasanya saat aku bersamamu. Didekatmu aku senang. Hatiku terus berdebar kencang setiap menatapmu, walau hanya sebatas punggungmu saja.Tanganku pun bergetar saat memegang pinggangmu. Dan tiap kataku tersedak di tenggorokan saat harus bicara padamu.

Kekasih... apa kamu merasakan hal yang sama dengan apa pun aku rasakan terhadapmu?

Kekasih... Kamu mendengarku? Kamu menatapku penuh arti. Menatapku lekat-lekat. Itu berarti kamu memperhatikanku. Tapi apa kamu mengerti tiap kata yang kuucapkan?!

Kekasih...?!

Kuraba wajahnya. Kulitnya mulai dingin. Namun matanya tetap hangat menatapku. Begitu juga dengan bibirnya.

Kekasih...?!

Kupanggil ia sekali lagi. Kali ini aku sadar, tatapannya kosong. Tak ada lagi kehangatan. Kusentuh wajahnya, semakin dingin. Bahkan makin membatu.

Kupukul sekali pada wajahnya, tak ada reaksi.
Kupukul lebih keras. Namun ia seperti patung. Diam.

Kudorong tubuhnya, dan dia terkulai diatas lantai. Kaku.


Hatiku berdegup kencang. Bukan karena kebahagian saat menatap wajahnya, menyentuhnya, atau bicara padanya, melainkan karena aku ketakutan.
Perlahan kuhampiri dia. Kuraba dadanya. Tapi yang kutemukan adalah kekosongan. Ia tak punya hati lagi. Dan itulah sebabnya ia jadi dingin, tak bernyawa.

Dia sudah mati.

Minggu, 03 Januari 2010

Hey Jerk!


Please, may I have attention?

I'm here.

But in fact, you're outside the door.
Laughing and talking with another guys.

I dont know what you're thinking.
What's on your mind?

I'm in your room, god damn it!

Why you just sitting out there.
Acting like I've never here before.

Are you lost your mind?

Cos now I feel so stupid
because I've been thinking
we're gonna make some unforgetable memories.

But now, forget it! I'm done with you.

Cos I know,
you're a jerk.


Rabu, 09 Desember 2009

a man who stole the heart

Alkisah seorang cowok yang udah ngerebut hati seorang perempuan. Cowok itu nyuri gitu aja dan nyembunyiin hati perempuan itu ngga tahu kemana. Perempuan itu nyari-nyari dong! Karena hati itu miliknya. Bahkan perempuan itu sering nanya dan nagih ke cowok itu. Dia bilang, "kalau ngga mau balikin, ya udah! Hati kamu buat aku aja!". Tapi ternyata, cowok itu cuma geleng-geleng kepala dan tetap bungkam (sambil senyum menggoda dengan mata berkedip-kedip). 

Sebenernya perempuan itu tahu pasti, kalau hati si cowok udah diberi ke orang lain, yang notabene ceweknya sendiri. Jadi, kemungkinan untuk ngedapetin 'ganti rugi' berupa hati si cowok itu sangat minim sekali. Tapi tetap aja, si perempuan cuma mau cowok itu ngembaliin hatinya, walau harus ditukar sama hati si cowok. Semacam hutang aja! Hutang kan harus dibayar?! Lalu perempuan itu berfikir, gimana caranya dia bisa ngedapetin hatinya kembali?! Atau paling ngga, dia bisa ngambil hati si cowok! Hemmm... akhirnya, si perempuan mutusin untuk nyuri hati si cowok, diam-diam. Perempuan itu pun berfikir, mungkin dia harus ngunjungi ceweknya, untuk mencari hati si cowok. (Sssttttt… tapi diam-diam ya! Kan misinya mencuri?! Kalau terang-terangan, bisa digebukin massa dong?!).

Si perempuan pun memulai misinya. Ia mulai memata-matai tempat dimana si cewek tinggal. Dan Duuukkkk… seperti kebentur tembok, perempuan itu pun kesakitan. Ceweknya si cowok ternyata nyimpen hati cowoknya itu di sebuah sangkar berhiaskan permata dan berlian dengan kunci emas yang terkunci rapat. Bahkan dia memajangnya di ruang tamu dimana cewek itu dan teman-temannya sedang menertawai perempuan yang berusaha nyuri hati cowoknya. Katanya, "Hahaha… kesihan banget ya?! Mati-matian nyari hati cowokku yang berharga, ternyata hatinya aku kurung disini. Hahahaha… kasihan banget."

Sejak saat itu, memory internal dalam otak perempuan itu kayak tersumbat darah karena benturan tembok. Pikirannya pun berhenti disana. Dimana perempuan itu ngelihat cewek itu tertawa, meledek. Perempuan itu nyoba mengguncang kepalanya sendiri, berharap darahnya mengalir kembali. Tapi tetap saja... Tersumbat! Akhirnya perempuan itu harus kembali memikirkan cara lain agar dia ngga stuck disana. Namun ia pun tak menemukan jalan keluar. Dengan putus asa, perempuan itu kembali menemui si cowok, "aku ngga mengincar hati kamu lagi. Aku cuma mau kamu ngembaliin hati aku. Itu aja.", kata perempuan itu dengan mata berkaca-kaca, memohon. 

Minggu, 06 September 2009

Mak Yang: tersesat


Jadi ceritanya Gini::::: kemarin (6-8-09) pas pulang gereja, ada nenek" nanya rumahnya ke gw gitu! katanya dia lupa rumahnya! lha, gw mana tau?! Udah gitu katanya dia ngga punya anak, atau siapapun di Jkt! Dia ke Jkt baru beberapa hari karena diajak temennya kerja.

Terus dia mnta gw anterin dia nyari rmhnya! Karena gw pikir mungkin ga jauh" dr tmpt gw ketmu dia, gw ama tkg ojek setempat akhirnya keliling" nyari rumahnya! gila kan?? trus karna capek, dia minta numpang tdr tmpt gw! gw ga bs nolak! :(

Setelah nginep semalem,akhrny tuh nenek pergi pagi". Katanya kalo udah terang, dia bisa cari rumahnya. Tapi ternyata, sekitar jam 11.45, dia balik ke kosan gw. Aneh deh..


UPDATE:

Guys.. update nih! sekitar jam 2an tadi (7-9-09), gw bawa tuh Mak Yang ke polres Jakpus! Disana, mereka nyaranin untuk bawa tuh mak Yang ke Departemen Sosial yang ada di jalan Gunung Sahari II! Fyuuuuhhhh... akhirnya mereka bisa bantu! Padahal sempet putus asa juga cos mereka bilang, mereka cuma bisa bantu memulangkan kalau alamat asal si nenek jelas! N dengan segala cara gw coba kulak kulik si nenek biar inget rumahnya! N ternyata... dia bilang rumahnya di daerah Cirebon!
Bla bla bla.... si petugas Depkes bersedia nganter si nenek ke terminal untuk dipulangkan ke Cirebon!
Finally... mudah"an si nenek sampai ke rumahnya dengan selamat ya!!! I hope so...

* Tp yang gue sebel, kemarin si nenek bilang ngga punya anak! Eeee pas dicecer ama orang Depsos, baru ngaku kalo dia punya anak cowok satu, yang punya istri galak! Trus dia ngga tahan! Gue rasa tuh nenek kabur dari rumah deh!!!

Minggu, 16 Agustus 2009

4 tanda stress menuju 24 tahun…

Just for info, udah hampir 4 bulanan gue ngga jerawatan lho… Dulu sih, wuuuu… jerawatnya… ilang satu tumbuh seribu gitu deh… Ngga tahu kenapa baru-baru ini, tiba-tiba… eng-ing-eng… jreng jreng… (countdown) four, three, two, one! Ada 4 jerawat nongkrong kayak preman senen di terminal. Haha… Dan yang lucu, jerawat ini membuat sebuah bentuk. Kayak peta gitu loh! Bentuknya kayak bulan sabit. Gue curiga, jangan-jangan ini petunjuk atau code rahasia yang sengaja ada muncul di gue saat usia tertentu. Dan ntar ada sekelompok orang nyari gue untuk menghancurkan kode ini (karena dianggap membahayakan). Dan sebagian kelompok mencoba ngelindungin gue (karena kode ini ternyata adalah kode brangkas rahasia terpendam bangsa Indonesia yang ternyata menyimpan uang triliuan rupiah dan emas-emas 24 karat, warisan nenek moyang). Trus gue jadi rebutan gitu deh… hahahaha…

Alig! Yang jelas, jerawat ini adalah kuman yang masuk pori-pori kulit wajah yang sensitif! Itu kata iklan-iklan produk penghilang jerawat. Dan untuk membasminya, kita cuma perlu cuci muka pake facial foam tertentu. Yahh… namanya cuma iklan, bisa aja promosinya! Tapi sebenernya ini cuma masalah hormon setelah dapat menstruasi bulanan. Intinya abis dapet, pasti gue dapet satu, atau dua jerawat. Dan ngga ada hubungannya ama kode rahasia atau warisan nenek moyang itu. Gue sih bersyukur masih di kasih jerawat, karena gue merasa muda terus gitu. Kata nyokap, kalo gue udah nikah tuh jerawat bakal ilang sendiri. (Lha ma, bakal lama dong…!). Trus kata mama “Hush, ojo ngomong ngono! Ngomong sing apik-apik bae lah…) Injih…injih…!!!

Ga penting tenan… Pokoknya 4 titik merah (kecuali yang hitam diatas mulut itu) benar-benar menggangguku dan membuat aku terus berfikir, sebenarnya apa sih yang lagi aku pikirin sampe 4 titik itu muncul bersamaan dan mengganggu pemandangan di wajahku. Dan kesimpulan gue adalah:

  1. As a writer, gue nulis di kamar kosan gue sendiri. Can u imagine: nulis, sambil berimajinasi sendirian di kamar persegi, kadang ngomong sendiri kayak orang gila, memperagakan dialog-dialog dan adegan-adegannya. Trus kebiasaan gue, ngga tahu kenapa gue selalu risih kalau ada yang ganjil. Misal, pintu kebuka dikit. Ada kotoran di lantai. Alhasil gue berhenti nulis n gue nyapu dulu lah, nutup pintu dulu lah… aneh ya?!
  2. Im Single… Tuntutan ortu yang ngarep gue nyari jodoh; kalo ngga insinyur, ya Dokter (Pliss deh Mom…)
  3. Kecanduan film! – kalo ini sih wajar… tuntutan karir soalnya…
  4. Still in here… the heart of city… Jakarta. Udah 6 tahun gue disini dan ngga pernah betah. That’s weird u know…


Jumat, 09 Januari 2009

20082008

20 Agustus 2008: Hari itu adalah ulang tahunku yang ke 23 tahun. Hari itu dibuka dengan suara alarm berbunyi pada pukul 00:00 WIB. Aku berdiri di balkon, menatap kekosongan sebuah kompleks perumahan di Pondok Kelapa II no…… Terdengar banyak keributan disana. Suara Mbak Nucke yang sedang menjelaskan cerita tentang “MUSLIMAH” sinetron yang dipegangnya pada para co-writernya. Lalu suara Pak Rick yang menggelegar mengabarkan pada para pegawainya bahwa Abdi, seorang temannya, mengalami kecelakaan dan tak sadarkan diri di rumah sakit. Nada suaranya tak terdengar panic. Dia malah menyuruh para pegawainya menghubungi rumah sakit pondok indah untuk menanyakan kebenarannya.

Aku sendiri sudah menyiapkan 3 lilin berwarna pink, yellow dan blue. Lilin itu bukan diletakkan di atas kue tart atau semacamnya, melainkan hanya ku letakkan di atas tatakan gelas yang berbentuk bulat. Aku menyalakannya dan mulai berdoa. Aku bersyukur kepada Tuhan karena dalam setahun ini aku cukup bahagia.


Aku bisa menggantikan kamera Helmi dengan uang dari hasil jerih payahku sendiri, Juga Beli HP Nokia 2626 dan kamera digital phoket, Aku membiyayai sebagian dari TA-ku sendiri, Aku TA dengan orang-orang yang kuanggap cukup berbakat, Aku lulus Februari lalu dengan IP yang mencukupi, Aku bisa nonton Konser Backstreet Boys, bertemu mereka, menyalami mereka, Diguyur Nick Carter saat dia melempar isi air dari botol minumannya, menyentuh Nick Carter saat dia terjun dari panggung, Bertemu ‘the Lost Boy’ (walau ujungnya tidak jelas), datang ke pernikahan sahabatku Elsa, Bisa melupakan sedikit kenangan tentang The Lost Boy, Kencan dengan teman kakakku, Bisa dekat dengan ‘Pisang’ my secret admirer (walau kerap kali aku juga membencinya), Sekamar dengan Kak Ve walau akhirnya dia pindah dan sekarang akusendiri, karaokean dengan anak-anak kosku yang baru, memasuki PH yang aneh, Ngobrol di gallery café bareng Mas Bill, Wawan, Ata, dan Dinda sambil bahas ceritaku untuk FTV, Nonton di Jakarta Theater disela kesibukanku, Nonton Mata Seni pas perkenalan panitia dan pas pembalasan, Mengenal Nina dan Risky (anak baru IKJ yang tidak ikut mata seni), punya 2 kosan, Ngobrol sama Rio (pemain biola yang cukup handal) di taman Suropati, ikut paduan suara gereja dan menang juara 1.


Setahun yang menyenangkan bagiku. Dan aku akan mengingatnya selalu. Aku ingat tapat setahun yang lalu aku juga berdiri di balkon mentap langit yang mendung dan hujan kemarau yang hanya sesaat. Ditemani oleh Kheisa, adik kelasku yang sedang berjuang bersamaku untuk mencari pengalaman dibidang penulisan scenario. Dan aku tak menyangka keadaan yang hampir sama aku alami di hari yang sama dengan tahun lalu. Berdiri di balkon di empatku bekerja. Aneh… tapi itu terjadi. Hanya saja kali ini, Kheisa tidak bersamaku.


Setelah berdoa dan mengucapkan permohonan, aku meniup 3 lilin yang aku anggap sebagai symbol dari usiaku yang ke 23 (karena aku tidak punya 20 lilin lagi). Setelah itu aku mendengarkan 3 lagu ‘Happy Birthday’ dari Mariah Carey, The Beatles, dan Ne Kids On the Block. Plus lagunya Backstreet Boys dari album Unbreakable ‘Love Will Keep You Up All Night’. 4 lgu itu cukup menghiburku. Setelah lelah bekerja, sekitar pukul 01:30 WIB, aku memutuskan untuk kembali ke kosanku yang di Pondok Kelapa ini.


Ucapan pertama aku terima dari Teena, sahabatku d Cepu. Lalu Deeta, juga sahabatku dari Cepu. Kemudian kakakku Sisca menelfon dan memberi ucapan selamat. Lalu Mama, Papa. Kemudian Amel dan Iloen, temanku di IKJ. Lalu Danar, mantan pacarku. Saat aku buka Facebook, aku lihat Triesha dan Pidi, temanku di IKJ juga mengucapkan selamat. Aku lihat di Friendster ada ucapan selamat dari beberapa kenalanku di sana. Juga ada beberapa teman lama, seperti Tirsa, Mas Arik, dll.

Untuk beberapa saat tak ada ucapan selamat ulang tahun lagi. Siang itu, aku menunggu adanya telfon dari Pak Rick. Mungkin saja ada yang bisa aku kerjakan. Aku menunggu sambil nonton film The Incredible Hulk dan mereview ulang film Wanted sambil terus berfikir apa yang harus aku lakukan malam ini, mengingat aku seorang diri di kosan nun jauh dari Jakarta itu. Tidak… aku tidak ingin melewati malam ini sendiri. Aku tak biasa sendiri di hari ulang tahunku. Lalu aku teringat tentang janjiku mentraktir Mas Bill dan Wawan. Aku menghubungi Mas Bill untuk datang ke Pizza Hut dekat kali malang. Namun ternyata dia menolak karena dia lelah. Aku tak bisa memaksanya. Laku aku mencari cara lain agar mala mini aku tidak sendiri. Di Facebook, Pidi mengundangku untuk datang ke MU café pukul 7 malam karena ada acara ‘Serunya Script Writing’. Aku lalu berfikir, kenapa aku tidak datang kesana saja?!


Awalnya aku ragu, namun aku memutuskan untuk pergi saja ke sana. Siapa tahu aku bertemu dengan orang-orang baru dengan suasana yang baru. Sebelum pergi dari pondok kelapa, aku mampir dulu ke Kantor, memastikan kalau tidak ada yang aku kerjakan hari itu. Ternyata benar. Pak Rick dan Mbak Nucke sedang pergi. Dan itulah kesempatanku untuk pergi juga. Pukul 17.00 WIB, aku memutuskan untuk pergi dari kali malang menuju Sarinah.

Perjalanan menuju MU cafe tidak begitu lancar. Aku sempat ganti angkot saat menuju Kampung Melayu karena angkot yang pertama mengalami kerusakan teknis. Kemudian saat menuju Sarinah pun, aku terhambat macet di daerah Matraman. Namun selanjutnya tak ada masalah yang berarti. Di perjalanan itu, aku mendapat SMS dari Saudaraku Kak Ulla yang tinggal di Depok. Aku tak menyangka dia mengingat Ulang tahunku. Dan dia mengucapkannya setiap tahun. Senangnya! Aku sempat menghubungi Mas Bill untuk meyakinkan apa dia benar-benar tidak bisa malam itu. Dan kebetulan Mas Bill berada di sekitar Cikini dan bingung hendak kemana. Aku lalu mengajaknya ikut ke MU café. Dia setuju, dan akhirnya kami janjian disana.


Sebelum sampai, aku turun di ujung Jalan Sabang. Aku sangat berniat menuju Sarinah dengan berjalan-jalan menyusuri Jalan Sabang. Ternyata cukup menyenangkan berjalan sendiri di tengah keramaian orang berjualan di pinggir jalana dan ruko-ruko yang penuh lampu di sepanjang jalan Sabang. Namun disana aku tak menemukan sesuatu yang berarti.


Pukul 18:30 WIB aku sampai di Sarinah. Sambil menunggu mas Bill, aku mengisi waktu dengan melihat-lihat sepatu dan mencobanya satu persatu. Setelah lelah, aku memutuskan untuk menunggunya di depan MU café. Cukup lama aku menunggu sambil melihat jalanan di depan Sarinah yang cukup dipadati banyak kendaraan. Setelah menunggu sekitar 1 jam, akhirnya Mas Bill datang dan kami masuk ke dalam café.


Ternyata acara Serunya script Writing ini sedang di on air-kan di Tri Jaya fm. Teman ku Pidi adalah salah satu pembicaranya. Cukup menyenangkan mengikuti acara itu. Aku bisa makan snack dan minum gratis disana. Aku sempat kagum dengan pembawa acaranya. Menurutku dia cukup asik dan cool saat membawakan acara. Setelah acara selesai aku dikagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba mengajakku bicara. Ternyata dia adalah pembawa acara itu. Aku cukup tertegun dan terpesona dibuatnya. Sayangnya, baru mengobrol beberapa menit seseorang datang dan bicara dengannya. Aku sempat berharap, mungkin mereka hanya bicara sebentar dan setelah itu kami akan mengobrol kembali. Namun sial. Mungkin kami tidak jodoh. Mas Bill tiba-tiba mengajakku untuk segera pergi dari tempat itu. Awalnya aku enggan beranjak dari sana. Namun pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi dengan berat hati.


Aku mencurahkan kekesalanku pada Mas Bill. Ternyata dia mengira aku bosan dengan suasana disana karena sepancang acara tadi, aku terus menanyakan kapan kita pulang. Padahal menanyakan hal itu karena melihat raut wajah mas Bill yang kurang interest sepanjang acara. Intinya, kami salah paham dengan mengira kami bosan disana. Padahal kami sama-sama masih ingin tetap di sana.


Yeah… mungkin bukan Jodoh. Sebanarnya aku tidak berharap banyak dengan hasil obrolan yang singkat itu. Yang aku sesalkan adalah aku belum selesai bercerita saat dia menanyakan soal kapan aku gabung dengan komunitas Script Writing Playgroup itu. Aku berfikir, apakah dia juga penasaran seperti aku?! Haha… kenapa aku berfikir sangat jauh?! Aku bahkan tak tahu namanya dan mengenal dia. Mungkin saja dia sudah punya isteri bahkan sudah punya anak. Ya sudah lah!


Aku dan Mas Bill memutuskan untuk nonton. Namun saat itu sudah hampir pukul sepuluh malam. Kami ragu, apa masih ada film yang disajikan lewat sepuluh malam sementara kita masih dalam perjalanan. Akhirnya kami mengajak Wawan yang membawa Ceweknya, Ata, untuk pergi makan bersama. Sekaligus menepati janjiku dulu pada mereka. Awalnya kami akan ke Pizza Hut. Timbang menimbang, karena Wawan tak suka Pizza, akhirnya kami memutuskan untuk makan d McD Kali Malang saja. Dalam perjalanan, lagi-lagi aku mendapat SMS ucapan ulang tahun. Aku tak mengenal nomor yang mengirimiku. Tapi aku curiga pada Novi, sahabatku di cepu yang belum mengucapkannya selama sehari. Dan benar adanya, bahwa Novi-lah yang mengirim ucapan itu. Betapa senangnya aku ketiga sahabatku mengucapkan ulang tahun padaku tepat diharinya. Padahal tahun ini aku lupa dengan tanggal ulang tahun Teena dan Deeta. Aku juga senang mendengar kabar Novi yang sudah hamil selama 4 bulan dari suaminya Tulus. Syukurlah kalau begitu!


Akhirnya kami makan di McD walau ayam goreng yang tak lagi hangat itu sudah kurang enak dirasakan. Kami mengobrol banyak! Tentang pengalaman mas Bill dan wawan yang baru pulang dari Tasik untuk mengunjungi rumah Erik Wirawan, teman satu angkatanku. Dan yang paling heboh dibicarakan, tentunya soal Pak Rick. Maklum, kami berempat adalah korban ‘palbis’-nya Pak Rick. Cuma aku yang bertahan, dan itu pun karena aku butuh pengalaman menjadi co-writernya Mbak Nucke. Satu lagi telfon dari Ranie yang mengucapkan Selamat Ulang tahun padaku. Kami janjian mungkin antara hari Sabtu dan Minggu, kami bertemu. Kita lihat saja, apa aku bisa atau tidak. Okey… Time is up.

Saat mobil mas Bill mengantarku pulang, aku baru mengaku pada mereka kalau hari itu adalah hari ulang tahunku. Mereka kaget dan tak menyangka. Sialnya, wawan yang membawa Botol aqua, menyerahkannya pada Mas Bill dan diguyurlah aku dengan air aqua. Spontan aku kaget karena aku sedang membawa tas laptopku. Well, akhirnya mereka memberi selamat juga padaku.


Sialnya setelah itu, Laptopku sempat tak menyala. Mungkin karena kena air. Aku panic dan segera sms mas bill untuk mengabarinya soal Laptop. Dengan santai dia hanya menjawab, “Diangin-anginin aja pake kipas angin!”. Good Idea! Tapi aku tak punya kipas angin. Aku tak punya apa pun di kosanku ini. Alhasil aku memakai kertas untuk mengipasinya secara manual. Dan benar adanya, Laptopku kembali menyala dengan baik.

Akhirnya hari itu aku lewatkan dengan cukup menggembirakan. Aku bersyukur, karena Tuhan menjawab doaku dan mengabulkannya. Di hari ulang tahunku yang ke 23 ini, aku punya teman dan orang-orang yang baik disekitarku. Dan aku tidak sendiri.


PS: Ada jerawat gede banget di pipi! Hehehe...