Rabu, 13 Januari 2010

a song to make me cry

13 januari 2010, pukul 18:46 WIB, saat itu aku merasa rasa sakit itu datang lagi, luka yang tadinya aku yakini akan hilang dengan berjalannya waktu. Tapi, rasanya ngga semudah itu. Apalagi melihat kenyataan bahwa dalam waktu dekat ini, seseorang yang aku kasihi akan memulai kehidupan barunya setelah ia mencuri waktu untuk bersamaku.

Lalu aku ingin menangis.

Dan perasaanku ingin mendengar lagu melow yang bisa mendukungku untuk mengeluarkan air mata yang perih ini.

Aku tak banyak tahu lagu apa saja yang ada di playlist winamp ku. Aku hanya membuka aplikasinya dan langsung menekan tanda play. Aku ngga berfikir kalau aku akan langsung mendengar lagu melow yang aku harapkan. Ada hampir 961 lagu yang aku taruh dalam playlist winamp-ku. Dan didalamnya ada berbagai macam genre musik. Dari yang rock metal, Pop, Alternative, bahkan Dance. Namun ngga disangka saat lagu itu terdengar, alunan petikan gitar yang mendayu mulai menusuk hati.

Lagu siapa ini? Tentang apa lagu ini? Dan saat itu juga aku langsung sadar. Ini lagu yang tepat menggambarkan suasana hatiku saat ini. Dan aku menangis.

Aku pun berkesimpulan, bahwa ternyata lagu memang tercipta untuk mendukung suasana hati, baik saat suka maupun duka. Itulah sebabnya manusia tak lepas dari nyanyian, senandung, bahkan hanya baitan lirik. Manusia perlu mengungkapkan isi hatinya.

Rush – Tears

All of the seasons and all of the days
All of the reasons why I've felt this way
So long...
So long

Then lost in that feeling I looked in your eyes
I noticed emotion and that you had cried
For me,
I can see

What would touch me deeper...
Tears that fall from eyes that only cry?
Would it touch you deeper
Than tears that fall from eyes that know why?

A lifetime of questions, tears on your cheek
I tasted the answers and my body was weak
For you,
The truth.

What would touch me deeper...
Tears that fall from eyes that only cry?
Would it touch you deeper
Than tears that fall from eyes that know why?

Rush - Tears .mp3


Found at bee mp3 search engine

Sabtu, 09 Januari 2010

The Last Letter for The Lost Boy

Hey...!!
You again?! Are you came to me as a jerk or as my chum?!
You said 'the second'.
Ok, you came to me as my chum. So, what do you want?!
...
Oh, you dare me again?! How dare you?!
What am I supposed to do?!
Like usually; Listened to your sigh and love you like I'm a drug for you?!
Then you look at me, so deeply.
Something in your eyes makes me want to lose myself
You just hypnotized me... and I'd surrender.

We're just 'loving', like a lovers make some perfect moment.
But we're know, it's never be perfect.

Then we talked about all the missed thing
that we're not talked about before.

In the end, you said enough.
And you know what, that was I want it too.
I'd said, I'm done with you.
So that's it, we're done.
Let's celebrate our decision, for a good thing in our journey.
Bye-bye the lost boy... You're the only my chum in my life.
Hope you'll find your happiness with your choice's girl who called me
'the enemy'.

Rabu, 06 Januari 2010

Call me a Cloudy

It's been six days from the early January 2010,
and it's always cloudy.
Feel's like they capturing my soul,
and then uploading on the weather.

God... what am I doing here?!
What am I looking for?!

Just standing here, look at for the sky,
and crying like the rain?!

If there's somebody help me, I wish it is you.
But that's impossible.
Cos you're the rainmaker.

Selasa, 05 Januari 2010

Hancur dan Luntur

Aku terbangun dari tidurku dengan perasaan kaget.
Baru saja aku mengalami mimpi buruk.
Sangat buruk.
Ingat film 2012, dimana bumi hancur dan tak berbentuk?
Ya, itu mimpiku. Seperti penggambaran kiamat.
Tapi bukannya aku tak meyakini kalau kiamat akan datang ditahun 2012?!
Bukankah film itu hanya fiksi semata?!
Ah, sudahlah! Bukan itu yang kukawatirkan saat ini.
Soal mimpi itu! Baru saja selesai terjadi.
Aku yang menghentikannya. Karena aku bangun dari tidurku.

Aku lihat ke arah jendela kamarku.
Pagi sudah menjelang.
Suara kicauan burung terdengar diluar sana, seolah menyambut pagi seperti biasanya.

Aku lega karena semua itu hanya mimpi.
Namun untuk memastikannya, aku bangun dan berjalan ke arah jendela kamarku dan melihat ke arah luar sana,
dimana tampak pemandangan tanah lapang dengan rumpun padi berjajar pada tiap petaknya.

Lalu aku bertanya:
"Pagi dunia? Apa bentukmu masih bulat?"
Ia tak menjawab, dan tak memberi reaksi apapun.
Dari situ aku tahu, dunia memang tak berubah!
Aman!
Tapi, aku masih gelisah dan penasaran. Maka aku bertanya lagi padanya:
"Kenapa dalam mimpiku kau retak, hancur seperti di film 2012?"
Dunia tetap diam. Namun ia seolah menatap balik padaku.
Aku diam saja, tak mengacuhkan tatapannya.
Aku berdeham sekali dan mencoba menanyakan hal yang lain.
"Oya, bagaimana dengan warnamu?!
Apa kau masih menjadi planet biru diantara planet-planet yang lain?!"

Dunia diam. Ia kembali menatapku balik.
Kali ini aku mulai risih dan bertanya pada diri sendiri.
Kenapa dia terus menatap balik padaku?!
Seolah semua pertanyaan untuknya dikembalikan padaku begitu saja.
Apa yang diinginkannya?!

Aku penasaran.
Lalu aku mencari cermin dan mulai menatap diriku sendiri disana.

Tak ada yang salah.
Tapi kenapa Dunia seolah memutarbalikkan semua pertanyaan itu padaku.

Aku memincingkan mata,
meneliti dengan teliti apa yang salah dengan diriku.

Dan ketika aku melihat titik dibagian dadaku,
tiba-tiba ingatan tentang mimpi semalam kembali muncul.

Dunia retak, bentuknya tak lagi bulat, dan warnanya tak lagi biru.
Melainkan merah, seperti lautan darah.
Tapi apa aku yakin itu bentuk dunia?!
Mataku terbelalak kaget saat aku menyadari apa yang sebenarnya aku impikan semalam.
Itu bukan bentuk dunia! Melainkan itu bentuk dari hatiku.
Hatiku yang hancur, memberi tanda kiamat pada diriku.
Usai sudah riwayatku...
Tapi tiba-tiba sebuah suara menyadarkanku.
Suara yang mengisyaratkan sebuah kehidupan masih berlanjut.

Suara Sapi yang melenguh diluar sana.
Aku kembali bercermin dan mencoba menenangkan diri dengan berkata:
Tenang, itu cuma mimpi.
Hatimu masih utuh, dan kau bisa menjaganya agar tak hancur.

Tanyakan saja pada dunia, bagaimana caranya.
Dan dunia akan menjawabnya.

Lying Without a Soul

Kekasih yang terkasih. Tidakkah kamu merasa kehadiranku berarti untukmu? Akan kuceritakan bagaimana rasanya saat aku bersamamu. Didekatmu aku senang. Hatiku terus berdebar kencang setiap menatapmu, walau hanya sebatas punggungmu saja.Tanganku pun bergetar saat memegang pinggangmu. Dan tiap kataku tersedak di tenggorokan saat harus bicara padamu.

Kekasih... apa kamu merasakan hal yang sama dengan apa pun aku rasakan terhadapmu?

Kekasih... Kamu mendengarku? Kamu menatapku penuh arti. Menatapku lekat-lekat. Itu berarti kamu memperhatikanku. Tapi apa kamu mengerti tiap kata yang kuucapkan?!

Kekasih...?!

Kuraba wajahnya. Kulitnya mulai dingin. Namun matanya tetap hangat menatapku. Begitu juga dengan bibirnya.

Kekasih...?!

Kupanggil ia sekali lagi. Kali ini aku sadar, tatapannya kosong. Tak ada lagi kehangatan. Kusentuh wajahnya, semakin dingin. Bahkan makin membatu.

Kupukul sekali pada wajahnya, tak ada reaksi.
Kupukul lebih keras. Namun ia seperti patung. Diam.

Kudorong tubuhnya, dan dia terkulai diatas lantai. Kaku.


Hatiku berdegup kencang. Bukan karena kebahagian saat menatap wajahnya, menyentuhnya, atau bicara padanya, melainkan karena aku ketakutan.
Perlahan kuhampiri dia. Kuraba dadanya. Tapi yang kutemukan adalah kekosongan. Ia tak punya hati lagi. Dan itulah sebabnya ia jadi dingin, tak bernyawa.

Dia sudah mati.

Minggu, 03 Januari 2010

Hey Jerk!


Please, may I have attention?

I'm here.

But in fact, you're outside the door.
Laughing and talking with another guys.

I dont know what you're thinking.
What's on your mind?

I'm in your room, god damn it!

Why you just sitting out there.
Acting like I've never here before.

Are you lost your mind?

Cos now I feel so stupid
because I've been thinking
we're gonna make some unforgetable memories.

But now, forget it! I'm done with you.

Cos I know,
you're a jerk.


Rabu, 09 Desember 2009

a man who stole the heart

Alkisah seorang cowok yang udah ngerebut hati seorang perempuan. Cowok itu nyuri gitu aja dan nyembunyiin hati perempuan itu ngga tahu kemana. Perempuan itu nyari-nyari dong! Karena hati itu miliknya. Bahkan perempuan itu sering nanya dan nagih ke cowok itu. Dia bilang, "kalau ngga mau balikin, ya udah! Hati kamu buat aku aja!". Tapi ternyata, cowok itu cuma geleng-geleng kepala dan tetap bungkam (sambil senyum menggoda dengan mata berkedip-kedip). 

Sebenernya perempuan itu tahu pasti, kalau hati si cowok udah diberi ke orang lain, yang notabene ceweknya sendiri. Jadi, kemungkinan untuk ngedapetin 'ganti rugi' berupa hati si cowok itu sangat minim sekali. Tapi tetap aja, si perempuan cuma mau cowok itu ngembaliin hatinya, walau harus ditukar sama hati si cowok. Semacam hutang aja! Hutang kan harus dibayar?! Lalu perempuan itu berfikir, gimana caranya dia bisa ngedapetin hatinya kembali?! Atau paling ngga, dia bisa ngambil hati si cowok! Hemmm... akhirnya, si perempuan mutusin untuk nyuri hati si cowok, diam-diam. Perempuan itu pun berfikir, mungkin dia harus ngunjungi ceweknya, untuk mencari hati si cowok. (Sssttttt… tapi diam-diam ya! Kan misinya mencuri?! Kalau terang-terangan, bisa digebukin massa dong?!).

Si perempuan pun memulai misinya. Ia mulai memata-matai tempat dimana si cewek tinggal. Dan Duuukkkk… seperti kebentur tembok, perempuan itu pun kesakitan. Ceweknya si cowok ternyata nyimpen hati cowoknya itu di sebuah sangkar berhiaskan permata dan berlian dengan kunci emas yang terkunci rapat. Bahkan dia memajangnya di ruang tamu dimana cewek itu dan teman-temannya sedang menertawai perempuan yang berusaha nyuri hati cowoknya. Katanya, "Hahaha… kesihan banget ya?! Mati-matian nyari hati cowokku yang berharga, ternyata hatinya aku kurung disini. Hahahaha… kasihan banget."

Sejak saat itu, memory internal dalam otak perempuan itu kayak tersumbat darah karena benturan tembok. Pikirannya pun berhenti disana. Dimana perempuan itu ngelihat cewek itu tertawa, meledek. Perempuan itu nyoba mengguncang kepalanya sendiri, berharap darahnya mengalir kembali. Tapi tetap saja... Tersumbat! Akhirnya perempuan itu harus kembali memikirkan cara lain agar dia ngga stuck disana. Namun ia pun tak menemukan jalan keluar. Dengan putus asa, perempuan itu kembali menemui si cowok, "aku ngga mengincar hati kamu lagi. Aku cuma mau kamu ngembaliin hati aku. Itu aja.", kata perempuan itu dengan mata berkaca-kaca, memohon. 

Sabtu, 14 November 2009

2012 ‘Not Another Disaster Movie’

Waktu issue 2012 kiamat ini muncul, saya adalah termasuk orang yang sangat terusik dengan adanya issue ini. Ngga heran pas ada issue filmnya akan dibuat, saya langsung menanti-nantikan film ini keluar. Diawali dengan DVD-DVD bajakan yang menjual film berjudul 2012: DOOMSDAY hingga film Dokumenter 2012 yang hampir saya beli karena terkait dengan issue pembuatan film tersebut. Apalagi saat thrailernya sudah muncul di youtube. Saya semakin tak sabar ingin menontonnya. Entah kenapa saya berminat sekali melihat gambaran orang lain tentang issue akhir zaman ini. 

Dan ketika film ini sudah mulai diputar di bioskop di Jakarta, saya langsung berminat untuk menontonnya. Bahkan bukan saya saja. Waktu saya memberi pengumuman film ini sudah mulai tayang di bioskop lewat status di Facebook pun, salah satu teman saya langsung berminat dan menanyakan soal penayangannya. Saya sendiri langsung cari tahu dimana saja film ini diputar dan jam berapa saja saya bisa menontonnya. Kebetulan bioskop-bioskop terdekat yang dekat dengan tempat saya adalah ATRIUM 21, TIM 21, dan METROPOLE XXI. Namun 2012 hanya diputar di bioskop ATRIUM dan METROPOLE. Di METROPOLE ada 2 studio yang memutar film ini. Saya sampai berfikir, biasanya kalau ada film yang diputar sampai 2 stuido, itu berarti filmnya sangat diminati. Seperti saat film HARRY POTTER AND THE HALF BLOOD PRINCE diputar di Jakarta. METROPOLE sampai membuka 2 studio untuk film ini. Dari sini saya berfikir, berarti film 2012 sudah dinanti-nanti banyak orang. 

Tak heranlah. Bukan Cuma saya yang terimbas issue tentang kiamat 2012. Saya yakin, masyarakat Indonesia sangat terpengaruh dengan issue ini. Sampai pernah dibahas di sebuah acara infotaimen yang mengaku membahas issue yang tak layak menjadi layak diperbincangkan setajam sebuah alat pencukur. Sayangnya, saya belum terfikir sampai disini saat saya berniat untuk menonton film ini. 

Dan inilah kisah bagaimana saya terimbas betapa niatnya saya ingin menontonnya. Saya mencari jadwal dimana film ini diputar sektiar jam 5an sampai jam 6an sore. Saya berharap saya ngga terlalu kemalaman usai menontonnya. Saya akhirnya memutuskan untuk menonton di ATRIUM 21 pada pukul 17.45 WIB. Untuk itu, pukul 15.30 WIB saya segera mandi dan bersiap untuk pergi. Pukul 16.00 WIB, saya sudah mulai keluar dari tempat tinggal saya. Ternyata langit begitu mendung, dan jalanan terlihat sangat macet. Untung perjalanan ke ATRIUM tidak terlalu jauh, maka saya yakin saya akan tepat waktu sampai disana. Namun, sesampainya di ATRIUM 21, belum sempat saya tanya tiketnya, di loket sudah tertempel pengumuman “tiket 2012 pukul 17.45 WIB sudah habis”. Begitu kecewa saya saat itu. Tapi saya tidak mau menyerah. Saya langsung memutuskan untuk menonton di METROPOLE XXI. Tapi saat keluar dari ATRIUM, ternyata diluar hujan turun dengan derasnya. Karena mengejar waktu, akhirnya saya bela-belain naik taksi untuk pergi ke sana (padahal jarak antara ATRIUM dan METROPOLE termasuk sangat dekat). 


Jalanan sangat macet sore itu. Apalagi jam pulang kerja. Belum lagi hujan yang menuntut para pengendara harus berhati-hati. Namun akhirnya saya sampai juga ke METROPOLE. Dengan hanya berpayung kerudung dari jaket saya, akhirnya saya masuk juga ke dalam gedung METROPOLE. Namun amat disayangkan. 2 Studio yang memutar 2012 pada jam 18.15 dan 18.45 WIB juga sudah penuh. SIal, pikirku. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk pulang saja. Namun saat keluar, hujan masih turun deras, dan saya terfikir untuk menonton film yang lainnya. Kebetulan saya belum menonton SRIGALA TERAKHIR (Vino G. Sebastian). Saya akhirnya membeli tiket film itu. Namun terbesit juga untuk menonton 2012 setelah menonton SRIGALA TERAKHIR. Dan dapatlah saya 2 tiket nonton. 1 SREIGALA TERAKHIR yang diputar pukul 17.40 WIB dan 2012 yang diputar pukul 21.15 WIB. Yah, cukup lama memang penantiannya. Apalagi SRIGALA TERAKHIR sudah selesai pukul 20.00 WIB. Alhasil, saya harus menunggu 1 jam lebih untuk menonton 2012. Ngga masalah buat saya, toh waktu itu udara cukup sejuk untuk menunggu. 

Dan akhirnya saya masuk juga ke studio pada pukul 21.00 WIB. Saya duduk di bangku E 14 dimana bangku itu paling pinggir. Sebelum menontonnya, saya sudah membaca preview film ini dari sebuah majalah film. Jadi, saya sudah siap dengan tidak adanya pembahasaan agama tertentu soal akhir zaman, mana yang benar, atau mana yang salah. Film ini pastilah lebih ke teori bagaimana ramalan soal bumi tidak lagi berputar pada porosnya, sehingga memberi impact besar pada struktur permukaan bumi .

Pertama, saya melihat sutradara film ini, yaitu ROLAND EMMERICH, yaitu sutradara yang sudah menggarap GODZILLA dan THE DAY AFTER TOMMOROW (Cuma 2 yang saya sebut. Tapi ada beberapa film lainnya yang sudah pernah digarapnya). Sesudah mengetahui sutradaranya, maka saya langsung berfikir soal THE DAY AFTER TOMMOROW, karena menurut saya hasil film 2012 pasti ngga jauh-jauh dari THE DAY AFTER TOMMOROW. Karena pada dasarnya kedua film ini sama-sama mengangkat soal akhir jaman. Dan saat saya menonton film 2012, dugaan saya ternyata benar. “2012 is not another disaster movie”. Maksud saya, ngga ada yang spesial dalam film ini. Mungkin kenapa orang Indonesia sangat berminat dengan film ini, saya pikir mungkin karena mayoritas orang Indonesia adalah orang beragama dengan keyakinan yang berbeda-beda dimana di setiap kitab mereka pasti telah menyebutkan tentang Akhir Jaman. Contoh dari agama yang saya peluk sendiri yaitu Kristen Katolik. Dalam Alkitab memang disebutkan tanda-tanda akhir jaman dimana Tuhan murka dan menghukum manusia dengan bencana-bencana. Dan pada akhirnya Yesus atau nabi Isa datang untuk memberi penghakiman. 

Tapi film 2012 tidak membahas soal itu. Film ini hanya mengangkat bagaimana manusia mencoba bertahan melalui akhir zaman yang sudah diperkirakan bahkan pada zaman suku Maya, yaitu suku pertama peradaban manusia. Tidak ada nabi Isa sebagai penyelamat disini. Yang ada adalah John Cusack yang mencoba menyelamatkan keluarganya. 


Sepertinya Emmerich mengulang kesalahan sebelumnya. Di THE DAY AFTER TOMMOROW, lewat artikel yang saya baca, penonton gregetan karena melihat bencana yang tumpang tindih dalam waktu yang hanya beberapa hari. Padahal menurut teori, bencana (dalam THE DAY AFTER TOMMOROW,2004) yaitu perubahan cuaca yang gila-gilaan akibat global warming (pemanasan global) ini ngga terjadi sedrastis dalam film yang menggambarkan watu terjadinya hanya dalam beberapa hari. Belum lagi para tokoh utama yang terlibat juga begitu mudahnya selamat dari bencana-bencana tersebut. Begitu juga dalam 2012. Pergeseran kerak bumi yang digambarkan serta inti bumi yang mencair akibat pemanasan global ini sangat tidak teoritis. Semua terjadi begitu mendadak dan sangat kebetulan. Gaya hollywood juga sangat kental dalam film ini, yaitu lelucon spontan yang sering mereka gunakan wala dalam situasi yang gawat. Saya jadi ingat film DIE HARD II (Bruce Willis) yang baru-baru ini saya tonton lagi, dimana tokoh utamanya selalu nyeletuk dan menggerutu saat beraksi. Kayaknya kalau lagi dalam keadaan bahaya dan panik, orang ngga akan berfikir konyol deh! Tapi namanya juga film. Intinya sih Film itu hanya hiburan yang bersifat menghibur. Jadi syah-syah saja kalau penonton diajak tertawa sedikit walau saat itu adegan masih tegang.

Setelah nonton film 2012 ini, tidak ada impact apa-apa yang saya dapatkan. Bahkan saat keluar dari bioskop ada seorang lelaki yang bilang “Gue bela-belain nonton tuh film. Ternyata Cuma gitu doang. Siapa sih yang bikin?!” Dari sini saya berfikir, apakah tekhnologi effect yang dibuat Hollywood sudah tidak menarik lagi bagi khalayak ramai. Khususnya di Indonesia. Tidak seperti setelah nonton Da Vinci Code atau Kingdom of Heaven yang sempat mengguncang iman saya. Film 2012 pure film hiburan dimana manusia diberi harapan atau impian tentang bagaimana kita menyikapi akhir zaman nanti. Semua kembali ke diri kita masing-masing. Jika kita meyakini kalau akhir zaman adalah hukuman dari Tuhan, maka lebih baik bertobatlah dari sekarang. Tapi kalau cuma masalah pergeseran kerak bumi yang mengakibatkan hancurnya dunia, maka ngga ada salahnya kita cari tahu peta dimana ada kapal besar yang sedang dibangun untuk menyelamatkan umat manusia, seperti dalam film 2012 ini. Hehehe… ada ngga ya?!


PS: Yang paling menghibur saya adalah saat tokoh orang gila yang tinggal di Yellowstone memberi teori soal tahun 2012 yang cukup masuk akal lewat sebuah animasi yang sangat unik dimana kejadian serupa dengan zaman purba dulu akan terjadi lagi di tahun 2012. Dan dia menggambarkan Dinosaurus yang melihat kejadian ini dan dinosaurus itu berkata “Ouw, not again” Yah… itu sangat menghibur saya! Dan saya sarankan, setelah nonton Film ini, kita harus nonton film animasi WALL-E. Film ini menceritakan soal peradaban manusia setelah berjuta-juta tahun Bumi kiamat. Walau film animasi, film ini sangat manuasiawi. 

Selasa, 13 Oktober 2009

Changeling (2008)


Dengan mengambil setting di Los Angles pada tahun 1928, film Changeling menceritakan soal penderitaan seorang Ibu bernama Christine Collins (Angelina Jolie), seorang single parent yang kehilangan anaknya, Walter. Christine mendapati anaknya tidak ada di rumah saat dia pulang kerja. Ia langsung melaporkan kasus ini pada Polisi. Namun Walter tak ditemukan juga hingga berhari-hari lamanya, bahkan berbulan-bulan.

Khasus Christine sampai ke telinga para wartawan. Ini menyebabkan nama baik kepolisisan dipertanyakan. Apa tindakan kepolisian selama ini sampai-sampai Walter belum ditemukan?! Hal ini membuat pihak kepolisian risih sehingga mereka segera mengambil tindakan. Mereka akhirnya mengabari Christine bahwa Walter telah ditemukan. Begitu senangnya Christine sehingga ia segera pergi untuk menjemput Walter. Namun ternyata, anak itu bukan Walter. Tapi polisi berhasil meyakinkan para wartawan bahwa anak kecil itu memanglah anak Christine. Christine yang mendapati ‘anak palsu’ itu mulai mencium kebusukan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini. Christine pun protes dan meminta polisi terus mencari anak aslinya. Namun protes Christine tak ditanggapi. Bahkan mereka menganggap kalau Christine sudah gila, sehingga ia dimasukan ke Rumah sakit Jiwa.

Khasus hilangnya anak-anak termasuk Walter ini akhirnya diselidiki oleh seorang detektive bernama Ybarra (Michael Kelly), yang sebenarnya secara tak sengaja bertemu dengan seorang psyco bernama Gordon Northcott (Jason Butler Harner) saat mencari anak bernama Sanford Clark, pemuda 15 tahun yang sedang dideportasi. Clark yang selama ini tinggal bersama Gordon, akhirnya berhasil ditangkap oleh Ybarra. Lewat pengakuan Clark, Ybarra akhirnya mengetahui kalau selama ini Gordon telah menculik anak-anak kecil dan membunuhnya dengan kejam, termasuk Walter.

Gordon akhirnya tertangkap dan dihukum mati. Tapi Christine masih tak percaya kalau anaknya sudah meninggal karena terbunuh. Karena menurut cerita, ada beberapa anak yang sempat melarikan diri. Christine pun tetap mencari anaknya sampai beberapa tahun. Hingga akhirnya ada seorang anak yang melapor ke polisi. Dia adalah David Clay, salah satu anak yang berhasil melarikan diri dari Gordon. Lewat berita Clay, kita tahu kalau sebenarnya Walter sempat melarikan diri namun kembali tertangkap oleh Gordon. Tapi selanjutnya, Clay tak tahu apa yang terjadi dengan Walter karena dia sendiri berhasil melarikan diri.

Saat pulang, Ybarra bertanya pada Christine, apakah ia akan tetap mencari anaknya?! Dan Christine pun menjawab ‘ya’. Karena melalui semua kejadian ini, Christine malah menemukan sesuatu yang dia belum ia yakini sebelumnya. Yaitu harapan.

a synopsis by Jazzy MU.


HELLPHONE (France, 2007)



Synopsis:
SID (Jean-Baptiste Maunier) adalah seorang siswa SMU yang sangat menyukai skater dan juga penggemar sebuah band AC/DC. Selama ini SID tidak punya HP, karena keadaan keluarganya yang terbilang miskin. Ia sangat menginginkan mempunyai HP sendiri. Dengan begitu, ia bisa mendekati ANGIE (Jeniffer Decker), cewek cantik dan popullar pindahan dari New York yang saat itu sedang berpacaran dengan VIRGILE (Vladimir Consigny), cowok playboy di sekolahnya. SID akhirnya membeli sebuah HP murah dari sebuah toko oriental yang dijual oleh orang cina. Ternyata HP SID punya sebuah kekuatan, yang berarti HP itulah yang memilih SID sebagai 'tuannya'. -- kayak tongkat sihir di Harry Potter -- HP SID bisa membalaskan dendam SID yang terus merasa terkalahkan di sekolah maupun dilingkungannya. Tapi HP ini malah memberi dampak yang buruk. Kekuatannya sampai tidak terkontrol, seperti membuat orang-orang disekitar SID terbunuh satu persatu. Bersama temannya PIERRE (Benjamin Jungers), SID akhirnya harus memilih untuk menghancurkan HP itu. Tapi sayang, kekuatan HP itu terlalu kuat.

Akankah SID berhasil menghancurkan HPnya sendiri?! Dan apakah SID bisa menghentikan semua keadaan yang sudah terlanjur basah terjadi?! Untuk lebih lanjutnya, tonton aja HELLPHONE!!!

a synopsis by Jazzy MU.

REVIEW:

Nih film gokil abis! Bener-bener film remaja yang fresh dan unik! Film Perancis yang gue acungkan Jempol setelah "Le Fabuleux destin d'Amélie Poulain", "Love Me If You Dare (Jeux d'enfants)", "Les Choristes" dan "Paris, je t'aime".

Genrenya sih komedi horor! Not another teen movie lah! Semacem "Idle Hand" (Devon Sawa)! Hanya saja, film ini sangat dan lebih menghibur! Secara yang main muda-muda! Cantik" n Ganteng"! Ngga ngebosenin karena dia juga main style yang unik! Khususnya dari gaya sinematografi n tata artistiknya! Wahhh... pokoknya harus liat deh!!!

Harusnya film Indonesia mencontoh film ini untuk bikin genre komedi horor! Pokoknya nih film sangat menghibur dan menjual!

Harus nonton yaa....