Jumat, 09 Januari 2009

"ATARAXIA" a short movie


IDE : Manusia harus menerima konsekuensi dari apa yang menjadi pilihanbagi mereka.

TEMA : Tentang seseorang yang memilih untuk mati ketika ia menyadari adanya kehidupan yang lebih baik.

SINOPSIS:

Jakarta 2007. ATAR (Farhan Raihan) - 28 tahun, bekerja sebagai Financial Analysis di sebuah Public Account, baru pulang dari kantornya setelah melembur hingga malam. Ia bersama teman kantornya sedang membicarakan beratnya menjalani hidup sehari-hari mereka yang mulai menjenuhkan sambil berjalan menuju mobil mereka di parkiran kantor. Atar sendiri merasa bahwa hidupnya datar tanpa merasakan arti dari kenyataan hidup yang ia hadapi selama ini. Ketika ia berpisah dengan Andi, ia pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menelan pil-pil tidur dengan dosis yang berlebihan. Ia melakukan hal itu karena dengan begitu ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Namun usahanya untuk bunuh diri gagal, dan ia pun harus dirawat di Rumah Sakit. Saat sadar, Atar bertemu dengan VEGA (Alfredo Gustiar) - 12 tahun, Seorang anak yang sudah sekarat karena penyakit kelainan jantung yang dideritanya sejak kecil. Ia bahkan tervonis hendak mati dalam waktu yang sangat singkat. Vega yang sering keluar masuk rumah sakit sangat menyukai karakter ragnarok, sebuah game online yang ada di internet.

Vega menganggap Atar hanya berfikir bodoh dengan memutuskan untuk bunuh diri karena ia sendiri berharap agar dapat hidup lebih lama dan merasakan menjadi dewasa. Atar tak menghiraukan Vega. Ia bahkan mencoba bunuh diri lagi dengan hendak memotong nadinya. Namun usahanya kali ini kembali gagal karena Vega mencegahnya dengan mengadukannya pada perawat di Rumah Sakit tersebut.

Melihat keadaan Vega, Atar menginginkan berada di posisi Vega karena menurutnya dengan berada di posisi Vega ia akan mati dengan cara yang tepat. Mereka menyadari bahwa kehidupan mereka akan lebih baik jika mereka harus bertukar nasib. Kelakar itu pun menjadi sebuah harapan bagi mereka agar hal itu bisa benar-benar terjadi pada mereka.

Suatu malam, mereka melihat bintang jatuh. Atar dan Vega pun saling mengucapkan keinginan mereka masing-masing dalam hati. Dan tiba-tiba, saat mereka berdua bangun di keesokan harinya, Atar dan Vega tekejut ketika mengetahui bahwa tubuh mereka telah tertukar. Atar menjadi Vega, dan Vega menjadi Atar. Awalnya mereka sangat bingung dengan kejadian tersebut, namun mereka akhirnya sepakat untuk menerima diri mereka yang baru itu, karena itulah yang mereka inginkan.

Atar yang menjadi Vega mulai melihat adanya kepedulian dari orang-orang yang sangat menyayangi dan memperhatikan Vega. Ia mulai menyadari bahwa hal tersebut tidak pernah ia rasakan sebelumnya sehingga ia merasa tak ingin lagi mengakhiri hidupnya. Sedangkan Vega yang menjadi Atar, kini menjadi lelaki dewasa yang kekanak-kanakan. Melihat sebuah warnet pun ia tergoda untuk masuk dan main game online kesayangannya. Namun ketika ia diusir karena tak punya uang, Vega pun sadar kalau dia belum siap menjadi dewasa. Apalagi ketika ia melihat seorang anak yang sedang bersama ibunya.

Atar yang menjadi Vega tak sempat menikmati kehidupannya karena jantungnya semakin lemah dan tak dapat menahan penyakit yang di derita oleh Vega selama ini, sehingga ia pun meninggal dunia. Vega sendiri yang berniat untuk kembali ke Rumah Sakit, tiba-tiba tertabrak mobil dan meninggal seketika.


PS:

"Ataraxia" sudah difilmkan tahun 2008, produksi FFTV-IKJ

Penulis Skenario Jazzy Mariska Usman

Sutradara Secilia Arianti K.

Produser Trie Retnowati

Sinematografer Haris

Penata Artistik Merphino S.

Penata Suara Rendy Rachmat

Editor Yohanes Yoga P.

"BATHROOM" a short movie


Ide Pokok : Setiap masalah akan menjadi beban dalam hati, jika tidak segera diutarakan.

Tema : Tentang seorang gadis bernama Angel yang terbebani oleh masalah pribadinya, bertemu dengan seorang lelaki bernama Raka yang tanpa sengaja

mengutarakan masalahnya pada Angel.

Sinopsis :

Pada sebuah pesta di sebuah rumah saat malam tahun baru, Angel seorang gadis berbadan mungil dengan dandanan yang sederhana, berdiri terdiam di depan pintu.

Angel (Ayeesha Thyzianza) mengingat ketika ia masuk ke dalam kamar mandi rumahnya lalu menutup pintu dan mengunci pintu kamar mandi. Sejenak ia mendengar pertengkaran yang terjadi antara ayah dan ibunya

Angel mengambil segelas minuman beralkohol di atas meja yang telah disediakan. Ia berbalik dan memandang sekelilingnya kemudian meneguk minuman tersebut. Ia mengingat ketika ia sedang berkumur di depan washtufle. Lagi-lagi terdengar pertengkaran antara ayah dan ibu Angel. Angel nampak muak dengan apa yang didengarnya. Ia memandang wajahnya yang ada di cermin lalu menyemprotkan kumurannya di depan cermin.

Angel duduk di sofa sendiri sambil minum segelas minuman beralkohol diantara tamu-tamu yang sedang menikmati pesta. Ia sedang mengingat ketika ia sedang berada di depan cermin di kamar mandi rumahnya dan mendengar pertengkaran kedua orangtuanya yang memutuskan untuk bercerai. Angel memejamkan matanya seolah-olah tidak ingin berada di dalam rumah itu.

Nampak Angel dengan wajah yang datar masih di dalam ruang pesta. Sekali lagi ia mengingat ketika pertengkaran orang tuanya yang di dengarnya diakhiri dengan suara pintu di banting dan sebuah mobil yang mulai dinyalakan dan mulai meninggalkan rumah.

Angel masih dengan wajah datarnya meneguk habis minuman yang ada di tangannya. Ia kembali pada ingatannya ketika ia membuka matanya dan menatap wajahnya kembali pada cermin. Ia menghembuskan nafas panjang. Angel berpaling dari cermin berharap situasi mulai mereda.

Sementara itu, Raka (Rudi Rizal), seorang lelaki muda yang sudah mabuk saat pesta, dengan sempoyongan memasuki kamar mandi sambil membanting pintu kamar mandi. Raka mengumpat seolah-olah ia baru melihat seseorang yang ia benci. Ia menuju cermin yang ada di dalam kamar mandi dan bercermin pada diri sendiri.

Raka mengingat saat ia dan Devi, mantan kekasihnya, bertengkar hebat di kamar mandi yang sama ketika rumah itu mengadakan pesta ulang tahun pemiliknya. Raka menuntut kejujuran Devi untuk berterus terang tentang hubungannya dengan Kevin, sahabat Raka sendiri. Tiba-tiba suasana itu dipecahkan oleh kedatangan Angel yang tak sengaja membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci.

Kembali pada malam tahun baru, Angel berjalan di koridor menuju kamar mandi. Angel melihat Devi dan Kevin sedang bermesraan di koridor. Devi sempat melirik Angel namun ia nampak tak peduli dengan kehadiran Angel. Angel memasuki kamar mandi dan tak lupa mengunci pintu kamar mandi. Angel terkejut ketika tiba-tiba ia mengetahui bahwa di kamar mandi ia tak sendirian. Raka terkapar di dekat wc hampir tak sadarkan diri. Ia memuntahi dirinya dengan muntahannya sendiri. Angel yang melihat kejadian itu berusaha menolong Raka. Ia menidurkan Raka ke dalam bath up dan hendak menyemprotkan air pada badan Raka. Tiba-tiba Raka menarik tangan Angel dan menahannya untuk tetap tinggal bersamanya. Ia mengira bahwa Angel adalah Devi, mantan kekasih Raka, sehingga Raka menuntut Angel untuk menjelaskan alasan mengapa ia mengkhianati Raka dan meninggalkan Raka sendiri begitu saja.

Angel yang tak tahu menahu masalah Raka, berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Raka. Namun tangan Raka yang kuat tidak mau melepaskan tangan Angel yang mungil. Awalnya Angel memberontak dan meminta Raka untuk melepas tangannya.

Raka mengeluh tentang kesendiriannya akibat Devi kekasihnya dan sahabatnya, Kevin yang mengkhianatinya. Ia merasa semua orang mengkhianatinya. Raka mulai menangis. Ia menarik tangan Angel dan berusaha untuk memeluknya. Angel sempat terpaku dan membiarkan Raka untuk memeluknya. Kini Angel memahami bahwa seseorang tidak bisa sendiri di dunia ini.

Angel mencoba menenangkan Raka dengan mengatakan bahwa Raka tidak sendiri karena kini dia bersama Angel. Setelah agak tenang, akhirnya Raka pun melepas tangan Angel. Angel menyadari bahwa dia sendiri punya masalah yang harus diutarakan pada orang lain.

Angel menuju washtufle. Ia memandang wajahnya di dalam cermin lalu membasuh mukanya dengan air. Angel mulai menangis karena memikirkan masalahnya yang belum juga ia utaraka seperti yang dilakukan Raka terhadap masalahnya. Sementara dari luar kamar mandi terdengar semua orang mulai menghitung mundur dari angka 10 hingga semua orang berteriak selamat tahun baru dan terdengar suara terompet serta kembang api.

PS:
"Bathroom" sudah difilmkan tahun 2007, produksi FFTV-IKJ

Penulis Skenario : Jazzy Mariska Usman

Sutradara : M. Akbar

Produser : Ritvima Defynta Arliccan

Penata Kamera : Galih Fajar Utama

Penata Artistik : Raymondus Maruly

Penata Suara : Mangaraja Sutan Siagian

Editor : Aaron Hasyim

20082008

20 Agustus 2008: Hari itu adalah ulang tahunku yang ke 23 tahun. Hari itu dibuka dengan suara alarm berbunyi pada pukul 00:00 WIB. Aku berdiri di balkon, menatap kekosongan sebuah kompleks perumahan di Pondok Kelapa II no…… Terdengar banyak keributan disana. Suara Mbak Nucke yang sedang menjelaskan cerita tentang “MUSLIMAH” sinetron yang dipegangnya pada para co-writernya. Lalu suara Pak Rick yang menggelegar mengabarkan pada para pegawainya bahwa Abdi, seorang temannya, mengalami kecelakaan dan tak sadarkan diri di rumah sakit. Nada suaranya tak terdengar panic. Dia malah menyuruh para pegawainya menghubungi rumah sakit pondok indah untuk menanyakan kebenarannya.

Aku sendiri sudah menyiapkan 3 lilin berwarna pink, yellow dan blue. Lilin itu bukan diletakkan di atas kue tart atau semacamnya, melainkan hanya ku letakkan di atas tatakan gelas yang berbentuk bulat. Aku menyalakannya dan mulai berdoa. Aku bersyukur kepada Tuhan karena dalam setahun ini aku cukup bahagia.


Aku bisa menggantikan kamera Helmi dengan uang dari hasil jerih payahku sendiri, Juga Beli HP Nokia 2626 dan kamera digital phoket, Aku membiyayai sebagian dari TA-ku sendiri, Aku TA dengan orang-orang yang kuanggap cukup berbakat, Aku lulus Februari lalu dengan IP yang mencukupi, Aku bisa nonton Konser Backstreet Boys, bertemu mereka, menyalami mereka, Diguyur Nick Carter saat dia melempar isi air dari botol minumannya, menyentuh Nick Carter saat dia terjun dari panggung, Bertemu ‘the Lost Boy’ (walau ujungnya tidak jelas), datang ke pernikahan sahabatku Elsa, Bisa melupakan sedikit kenangan tentang The Lost Boy, Kencan dengan teman kakakku, Bisa dekat dengan ‘Pisang’ my secret admirer (walau kerap kali aku juga membencinya), Sekamar dengan Kak Ve walau akhirnya dia pindah dan sekarang akusendiri, karaokean dengan anak-anak kosku yang baru, memasuki PH yang aneh, Ngobrol di gallery café bareng Mas Bill, Wawan, Ata, dan Dinda sambil bahas ceritaku untuk FTV, Nonton di Jakarta Theater disela kesibukanku, Nonton Mata Seni pas perkenalan panitia dan pas pembalasan, Mengenal Nina dan Risky (anak baru IKJ yang tidak ikut mata seni), punya 2 kosan, Ngobrol sama Rio (pemain biola yang cukup handal) di taman Suropati, ikut paduan suara gereja dan menang juara 1.


Setahun yang menyenangkan bagiku. Dan aku akan mengingatnya selalu. Aku ingat tapat setahun yang lalu aku juga berdiri di balkon mentap langit yang mendung dan hujan kemarau yang hanya sesaat. Ditemani oleh Kheisa, adik kelasku yang sedang berjuang bersamaku untuk mencari pengalaman dibidang penulisan scenario. Dan aku tak menyangka keadaan yang hampir sama aku alami di hari yang sama dengan tahun lalu. Berdiri di balkon di empatku bekerja. Aneh… tapi itu terjadi. Hanya saja kali ini, Kheisa tidak bersamaku.


Setelah berdoa dan mengucapkan permohonan, aku meniup 3 lilin yang aku anggap sebagai symbol dari usiaku yang ke 23 (karena aku tidak punya 20 lilin lagi). Setelah itu aku mendengarkan 3 lagu ‘Happy Birthday’ dari Mariah Carey, The Beatles, dan Ne Kids On the Block. Plus lagunya Backstreet Boys dari album Unbreakable ‘Love Will Keep You Up All Night’. 4 lgu itu cukup menghiburku. Setelah lelah bekerja, sekitar pukul 01:30 WIB, aku memutuskan untuk kembali ke kosanku yang di Pondok Kelapa ini.


Ucapan pertama aku terima dari Teena, sahabatku d Cepu. Lalu Deeta, juga sahabatku dari Cepu. Kemudian kakakku Sisca menelfon dan memberi ucapan selamat. Lalu Mama, Papa. Kemudian Amel dan Iloen, temanku di IKJ. Lalu Danar, mantan pacarku. Saat aku buka Facebook, aku lihat Triesha dan Pidi, temanku di IKJ juga mengucapkan selamat. Aku lihat di Friendster ada ucapan selamat dari beberapa kenalanku di sana. Juga ada beberapa teman lama, seperti Tirsa, Mas Arik, dll.

Untuk beberapa saat tak ada ucapan selamat ulang tahun lagi. Siang itu, aku menunggu adanya telfon dari Pak Rick. Mungkin saja ada yang bisa aku kerjakan. Aku menunggu sambil nonton film The Incredible Hulk dan mereview ulang film Wanted sambil terus berfikir apa yang harus aku lakukan malam ini, mengingat aku seorang diri di kosan nun jauh dari Jakarta itu. Tidak… aku tidak ingin melewati malam ini sendiri. Aku tak biasa sendiri di hari ulang tahunku. Lalu aku teringat tentang janjiku mentraktir Mas Bill dan Wawan. Aku menghubungi Mas Bill untuk datang ke Pizza Hut dekat kali malang. Namun ternyata dia menolak karena dia lelah. Aku tak bisa memaksanya. Laku aku mencari cara lain agar mala mini aku tidak sendiri. Di Facebook, Pidi mengundangku untuk datang ke MU café pukul 7 malam karena ada acara ‘Serunya Script Writing’. Aku lalu berfikir, kenapa aku tidak datang kesana saja?!


Awalnya aku ragu, namun aku memutuskan untuk pergi saja ke sana. Siapa tahu aku bertemu dengan orang-orang baru dengan suasana yang baru. Sebelum pergi dari pondok kelapa, aku mampir dulu ke Kantor, memastikan kalau tidak ada yang aku kerjakan hari itu. Ternyata benar. Pak Rick dan Mbak Nucke sedang pergi. Dan itulah kesempatanku untuk pergi juga. Pukul 17.00 WIB, aku memutuskan untuk pergi dari kali malang menuju Sarinah.

Perjalanan menuju MU cafe tidak begitu lancar. Aku sempat ganti angkot saat menuju Kampung Melayu karena angkot yang pertama mengalami kerusakan teknis. Kemudian saat menuju Sarinah pun, aku terhambat macet di daerah Matraman. Namun selanjutnya tak ada masalah yang berarti. Di perjalanan itu, aku mendapat SMS dari Saudaraku Kak Ulla yang tinggal di Depok. Aku tak menyangka dia mengingat Ulang tahunku. Dan dia mengucapkannya setiap tahun. Senangnya! Aku sempat menghubungi Mas Bill untuk meyakinkan apa dia benar-benar tidak bisa malam itu. Dan kebetulan Mas Bill berada di sekitar Cikini dan bingung hendak kemana. Aku lalu mengajaknya ikut ke MU café. Dia setuju, dan akhirnya kami janjian disana.


Sebelum sampai, aku turun di ujung Jalan Sabang. Aku sangat berniat menuju Sarinah dengan berjalan-jalan menyusuri Jalan Sabang. Ternyata cukup menyenangkan berjalan sendiri di tengah keramaian orang berjualan di pinggir jalana dan ruko-ruko yang penuh lampu di sepanjang jalan Sabang. Namun disana aku tak menemukan sesuatu yang berarti.


Pukul 18:30 WIB aku sampai di Sarinah. Sambil menunggu mas Bill, aku mengisi waktu dengan melihat-lihat sepatu dan mencobanya satu persatu. Setelah lelah, aku memutuskan untuk menunggunya di depan MU café. Cukup lama aku menunggu sambil melihat jalanan di depan Sarinah yang cukup dipadati banyak kendaraan. Setelah menunggu sekitar 1 jam, akhirnya Mas Bill datang dan kami masuk ke dalam café.


Ternyata acara Serunya script Writing ini sedang di on air-kan di Tri Jaya fm. Teman ku Pidi adalah salah satu pembicaranya. Cukup menyenangkan mengikuti acara itu. Aku bisa makan snack dan minum gratis disana. Aku sempat kagum dengan pembawa acaranya. Menurutku dia cukup asik dan cool saat membawakan acara. Setelah acara selesai aku dikagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba mengajakku bicara. Ternyata dia adalah pembawa acara itu. Aku cukup tertegun dan terpesona dibuatnya. Sayangnya, baru mengobrol beberapa menit seseorang datang dan bicara dengannya. Aku sempat berharap, mungkin mereka hanya bicara sebentar dan setelah itu kami akan mengobrol kembali. Namun sial. Mungkin kami tidak jodoh. Mas Bill tiba-tiba mengajakku untuk segera pergi dari tempat itu. Awalnya aku enggan beranjak dari sana. Namun pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi dengan berat hati.


Aku mencurahkan kekesalanku pada Mas Bill. Ternyata dia mengira aku bosan dengan suasana disana karena sepancang acara tadi, aku terus menanyakan kapan kita pulang. Padahal menanyakan hal itu karena melihat raut wajah mas Bill yang kurang interest sepanjang acara. Intinya, kami salah paham dengan mengira kami bosan disana. Padahal kami sama-sama masih ingin tetap di sana.


Yeah… mungkin bukan Jodoh. Sebanarnya aku tidak berharap banyak dengan hasil obrolan yang singkat itu. Yang aku sesalkan adalah aku belum selesai bercerita saat dia menanyakan soal kapan aku gabung dengan komunitas Script Writing Playgroup itu. Aku berfikir, apakah dia juga penasaran seperti aku?! Haha… kenapa aku berfikir sangat jauh?! Aku bahkan tak tahu namanya dan mengenal dia. Mungkin saja dia sudah punya isteri bahkan sudah punya anak. Ya sudah lah!


Aku dan Mas Bill memutuskan untuk nonton. Namun saat itu sudah hampir pukul sepuluh malam. Kami ragu, apa masih ada film yang disajikan lewat sepuluh malam sementara kita masih dalam perjalanan. Akhirnya kami mengajak Wawan yang membawa Ceweknya, Ata, untuk pergi makan bersama. Sekaligus menepati janjiku dulu pada mereka. Awalnya kami akan ke Pizza Hut. Timbang menimbang, karena Wawan tak suka Pizza, akhirnya kami memutuskan untuk makan d McD Kali Malang saja. Dalam perjalanan, lagi-lagi aku mendapat SMS ucapan ulang tahun. Aku tak mengenal nomor yang mengirimiku. Tapi aku curiga pada Novi, sahabatku di cepu yang belum mengucapkannya selama sehari. Dan benar adanya, bahwa Novi-lah yang mengirim ucapan itu. Betapa senangnya aku ketiga sahabatku mengucapkan ulang tahun padaku tepat diharinya. Padahal tahun ini aku lupa dengan tanggal ulang tahun Teena dan Deeta. Aku juga senang mendengar kabar Novi yang sudah hamil selama 4 bulan dari suaminya Tulus. Syukurlah kalau begitu!


Akhirnya kami makan di McD walau ayam goreng yang tak lagi hangat itu sudah kurang enak dirasakan. Kami mengobrol banyak! Tentang pengalaman mas Bill dan wawan yang baru pulang dari Tasik untuk mengunjungi rumah Erik Wirawan, teman satu angkatanku. Dan yang paling heboh dibicarakan, tentunya soal Pak Rick. Maklum, kami berempat adalah korban ‘palbis’-nya Pak Rick. Cuma aku yang bertahan, dan itu pun karena aku butuh pengalaman menjadi co-writernya Mbak Nucke. Satu lagi telfon dari Ranie yang mengucapkan Selamat Ulang tahun padaku. Kami janjian mungkin antara hari Sabtu dan Minggu, kami bertemu. Kita lihat saja, apa aku bisa atau tidak. Okey… Time is up.

Saat mobil mas Bill mengantarku pulang, aku baru mengaku pada mereka kalau hari itu adalah hari ulang tahunku. Mereka kaget dan tak menyangka. Sialnya, wawan yang membawa Botol aqua, menyerahkannya pada Mas Bill dan diguyurlah aku dengan air aqua. Spontan aku kaget karena aku sedang membawa tas laptopku. Well, akhirnya mereka memberi selamat juga padaku.


Sialnya setelah itu, Laptopku sempat tak menyala. Mungkin karena kena air. Aku panic dan segera sms mas bill untuk mengabarinya soal Laptop. Dengan santai dia hanya menjawab, “Diangin-anginin aja pake kipas angin!”. Good Idea! Tapi aku tak punya kipas angin. Aku tak punya apa pun di kosanku ini. Alhasil aku memakai kertas untuk mengipasinya secara manual. Dan benar adanya, Laptopku kembali menyala dengan baik.

Akhirnya hari itu aku lewatkan dengan cukup menggembirakan. Aku bersyukur, karena Tuhan menjawab doaku dan mengabulkannya. Di hari ulang tahunku yang ke 23 ini, aku punya teman dan orang-orang yang baik disekitarku. Dan aku tidak sendiri.


PS: Ada jerawat gede banget di pipi! Hehehe...

You Can Do It Girl!!!

Friday, May 02, 2008

Mungkin bisa dibilang kalau sebenernya aku ini kurang suka nulis. Tapi anehnya mayor yang aku ambil di FFTV IKJ tempat aku kuliah, adalah penulisan scenario. Itu berarti aku memilih karirku sebagai penulis scenario dibidang film. Haha… lucu kan?! Nggak suka nulis tapi jadi penulis scenario?! Well, ini bukan suatu keterpaksaan, tapi hal ini tantangan bagi aku mengingat ketika kelas 1 SD, aku dijuluki ‘keong jepang’ oleh salah satu guru bahasa indonesiaku karena kelambananku dalam menulis. Ketidak sukaanku untuk menulis hanya karena kemalasanku. Yeah… exactly, aku tuh orangnya ‘pemales’ banget. Pinginnya enak sendiri. Haha… tapi… menurutku bukan aku aja yang seperti itu. Beberapa orang pasti seperti itu!

Seperti kata pepatah, dimana ada kemauan, pasti ada jalan, ya kan? But anyway, aku suka hal yang berhubungan dengan film. Menurutku menulis scenario itu seperti membuat design sebuah cerita yang nantinya akan direalisasikan menjadi gambar visual yang menarik. Beda loh sensasinya sama nulis buku atau sekedar artikel. Aku mengalaminya bebearapa kali. Ada rasa puas dan tidak puas tersendiri. (Tapi banyak nggak puasnya sih! Haha…)

Ehm… begini, keputusanku untuk memulai menulis blog kembali yaitu setelah aku membaca sebuah artikel yang menuntut seorang penulis haruslah banyak menulis dan membaca! Hmmm… sebenarnya hal itu sering aku baca dan aku dengar ketika aku ingin tahu tips para penulis handal, baik penulis scenario, novel, bahkan copywriter sekali pun. (Hehe… Soalnya aku lagi ngincar profesi sebagai coywriter buat iklan). Tapi menurutku, bukan cuma bakat nulis aja, tapi wawasan pun harus luas. Jujur aja, wawasanku soal dunia ini cukup kurang. Yeah… bisa dibilang karena aku besar di kota yang dulunya segalanya serba terbatas.

Yang pasti itu dulu. Sekarang sudah pasti berubah. Banyak media yang bisa aku jadikan sarana informasi untuk menambah wawasanku, seperti TV, media cetak, internet, dan film. Aku bisa belajar lebih banyak dari sana. Apalagi film. Walau sebagian film adalah fiksi belaka, tapi film sangat efektif memotivasi aku untuk mengetahui lebih banyak hal-hal yang belum atau baru aku ketahui. Hal ini menantang bagiku untuk membuat ide cerita yang lain dari pada yang lain.

Interpretasi terhadap orang lain, itu yang kini mulai aku pelajari. Belajarnya bisa dari mana aja! Bisa dari baca buku, bergaul dengan siapa saja, dan browsing internet! Beruntung banget ya, jaman sekarang udah ada internet. Nggak rugi loh browsing sana-sini. Alhasih, aku bisa menambah wawasan sedikit lebih sedikit. Oya… nonton film juga! Kalau itu wajib buat aku.

Ok, yang penting sekarang aku mulai bergairah lagi untuk nulis. Mudah-mudahan ini nggak sekedar mood yang muncul lalu tenggelam lagi. (alias nggak cuma mudmudan aja). I choose my career and I’ll proof that! So, keep going girl!!! You can do it!