Sabtu, 06 November 2010

How I Met Your Mother


Gue dapet refrensi sitkom ini dari temen gue pas kita lagi nongkrong di coffee bean & Tea Leaf, Grand Indonesia. Dua temen gue lagi kecanduan ama sitcom ini. Pas gue denger diskusi mereka, ada satu karakter yang mereka sebut terus menerus dan bikin gue penasaran. Makanya, usai ngebahas sitcom itu, gue langsung ngeburu DVDnya yang ternyata udah sampe 5 complete season (tahun 2010 ini, sitcom tersebut masuk season 6). Nanti bakal gue sebut nama karakter yang bikin menarik perhatian gue itu. Tapi sebelumnya, gue mau ngebahas Plot sitcom ini.

Banyak yang bilang How I Met Your Mother (HIMYM) plot-nya mirip ama sitcom yang tayang lebih dulu sampe 10 season; Friends. Gue akui, dari segi kosepnya emang mungkin mirip. Keduanya sama-sama bercerita tentang sekelompok sahabat yang suka nongkrong di bar, sharing apartemen, dan topik mereka ngga jauh-jauh dari karir, cinta, hubungan antar teman, teman kencan, pacar, suami istri, dan seks. Semua itu dikemas dalam bentuk komedi situasi khas Hollywood.

Yang menarik dalam sitcom ini, atau let say, yang berbeda dengan serial Friends, HIMYM disajikan dengan cara yang berbeda. Di awal season, episode 1 segment pertama ini, mengambil setting tahun 2030 dimana seseorang bernama Ted Mosby (sebagai narrator) sedang bercerita pada 2 anaknya yang sudah remaja (diperankan oleh Lyndsy Fonseca dan David Henrie). Ted sedang bercerita tentang bagaimana awal mula ia bertemu dengan Ibu mereka. Ted juga menegaskan kalo ‘cerita ini akan menjadi cerita yang sangat panjang’. Diceritakan dengan cara flashback, Ted Mosby ngga cuma bercerita soal bagaimana ia bertemu dengan Ibu dari anak-anaknya, tetapi juga kisah-kisah persabatannya dengan teman-teman terbaiknya, yaitu Marshall, Lily, Barney dan Robin.

Season 1

Ted Mosby berteman dengan Marshall Eriksen dan menjadi teman sekamar sejak mereka kuliah, tahun 1996. Sejak Marshall berpacaran dengan Lily Aldrin di tahun yang sama, Ted, Marshall, dan Lily menjadi teman baik. Bahkan mereka tinggal di appartemen yang sama hingga tahun 2005. Mereka juga bersahabat baik dengan Barney Stinson, seorang cowok playboy yang suka menjadi cowok single tapi bisa meniduri banyak perempuan seksi. Ted yang berumur 27 tahun, terkejut dengan keputusan Marshall yang hendak melamar Lily. Menyadari hal ini, Ted yang masih single memutuskan untuk mulai mencari mencari cinta sejatinya dan menikahinya suatu hari nanti. Namun keputusannya ini di tentang oleh Barney. Barney selalu ingin Ted menjadi single seperti dirinya untuk selama-lamanya. Namun keinginan Ted sudah bulat.

Barney akhirnya malah membantu Ted mencari pacar. Ia melakukan ini karena menganggap Ted adalah sahabat terbaiknya. Dan berkat Barney, Ted bisa berkenalan dengan Robin Sherbatsky, cewek yang ditemuinya di Bar favorite mereka MacLaren's. Robin adalah sosok cewek yang takut akan cinta dan hubungan serius. Sehingga saat Ted menyatakan cintanya pada Robin saat kencan pertama mereka, Robin langsung menolaknya dan meminta Ted untuk berteman saja. Ted pun menerimanya. Akhirnya Robin tak hanya berteman dengan Ted, tapi ia juga berteman dengan Lily, Marshall, dan juga Barney. Mereka pun menjadi sahabat baik.

Robin mulai punya perasaan terhadap Ted sejak ia cemburu melihat Ted berkencan dengan seorang gadis bernama Victoria (Ashley Williams). Hingga akhirnya hubungan Ted dan Victoria berakhir karena mereka harus berhubungan jarak jauh saat Victoria memutuskan pindah ke Jerman. Ted pun kembali menaruh hati pada Robin. Mereka lalu saling menyatakan cinta. Disaat yang bersamaan, Marshall dan Lily bertengkar hebat karena Lily memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelukis di St. Fransisco. Di akhir season satu, Ted yang hendak mengabari Marshall dan Lily tentang hubungannya dengan Robin, malah menemukan Marshall menangis dengan cincin tunangan Lily yang dikembalikan padanya.

Season 2

Diawal season 2 keadaan berbalik. Ted kini punya pacar, yaitu Robin. Sedangkan Marshall menjadi single sejak Lily pergi ke St. Fransisco. Lily memutuskan untuk kembali ke New York dengan alasan ngga betah. Marshall dan Lily sama-sama gengsi menyatakan kerinduan masing-masing. Lily memutuskan untuk bertahan dan hidup sendiri tanpa Marshall. Saking hopeless-nya Lily sampai pernah tinggal di apartemen Barney yang di design secara khusus untuk pria single. Lily akhirnya ngga betah lagi untk menyatakan kerinduannya terhadap Marshall, begitu juga sebaliknya. Mereka akhirnya kembali menjadi pasangan kekasih hingga akhirnya memutuskan untuk segera menikah.

Kehidupan Barney dan Robin di masa lalu pun pelan-pelan terungkap. Barney yang selalu mengenakan setelan jas dan dasi menyatakan bahwa dulu dia adalah seorang lelaki biasa saja yang bermimpi untuk berkeliling dunia dengan gadis pujaan hatinya, Shannon. Sayangnya Shannon berkhianat dengan berkencan dengan cowok kaya berjas dan berdasi. Hal ini membuat Barney sakit hati dan memutuskan untuk merubah dirinya. Ia memotong rambutnya yang gondrong dan mulai mengenakan Jas dan dasi. Dan pada saat itu juga Barney mulai tak percaya dengan adanya cinta sejati.

Sedangkan Robin, yang seorang warga negara Kanada, phobia dengan sebuah Mall. Alasan kenapa Robin phobia dengan Mall terungkap karena Barney mendapatkan video tentang Robin. Barney mengira Robin dulunya adalah bintang porno dengan nama Robin Sparkles sebagai nama populernya. Namun saat melihat video itu, ternyata terungkap kalau Robin Sparkles adalah penyanyi remaja asal Kanada di tahun 1990an dengan single albumnya “Let’s Go to The Mall”. Itulah alasan kenapa Robin tak mau pergi ke Mall.

Di akhir season 2, Lily dan Marshall menikah. Dan di pernikahaan ini, Robin dan Ted mengaku pada Barney kalau hubungan mereka sudah berakhir selama 2 minggu. Robin dan Ted putus karena keduanya sama-sama tak yakin pada hubungan mereka yang entah dibawa kemana. Robin memutuskan untuk pergi ke Argentina sedangkan Ted memutuskan untuk tetap mencari cinta sejatinya. Hal ini membuat Barney senang karena Ted kembali single.

Season 3

Sejak putus dengan Robin, Ted merasa belum siap kembali berpetualang mencari cinta. Namun saat mengetahui Robin pulang dari Argentina dengan membawa pacar barunya Gael (Enrique Iglesias), Ted akhirnya memutuskan untuk kembali berpetualang mencari cintanya. Barney menolong Ted dengan membawanya minum-minum di MacLaren's. Ted yang mabuk akhirnya berkencan dengan seorang gadis bernama Amy (Mandy Moore) yang baru dikenalnya. Sampai akhrinya Ted tak ingat bagaimana kencannya dengan Amy berakhir. Hingga akhirnya Marshall dan Lily melihat tato kupu-kupu di pinggul belakang Ted. Ted pun baru ingat kalau ia memasang tato bersama Amy.

Tato ini malah mengantarkannya pada seorang dokter bernama Stella (Sarah Chalke) dimana Ted hendak menghapus tato tersebut. Ted naksir Stella, namun yang ke GR-an malah Abby (Britney Spears), cewek reseptionis yang ada di klinik milik Stella. Setelah beberapa kali gagal mengajak Stella berkencan, Ted akhirnya mengetahui alasan Stella menolaknya. Ternyata Stella adalah wanita yang sudah bercerai dan punya satu anak perempuan. Ted tak mempermasalahkan hal itu. Ia sangat menyukai Stella sehingga berfikir bahwa mungkin Stella adalah cinta sejatinya.

Lily dan Marshall berniat untuk pindah apartemen dan mulai membangun rumah tangganya sendiri. Namun masalahnya mereka belum bisa menabung. Marshall belum juga mendapat pekerjaan tetap sedangkan Lily kerap menghamburkan uang karena ia adalah seorang Shopaholic. Namun pada akhirnya, keduanya bisa mengontrol keuangannya dengan menjual beberapa barang milik mereka dan mulai menabung uang mereka.

Sejak hubungannya dengan Gael berakhir, Robin lalu menjadi cewek petualang cinta. Suatu hari Robin kembali berkencan dengan Sam, cowoknya di masa SMA yang mencampakkannya karena harus kembali bersama mantannya. Dan ironisnya hal itu terjadi kembali saat Robin kembali berkencan dengan Sam. hal ini membuat Robin patah hati. Barney pun menghiburnya. Setelah menonton video Robin Sparkles yang kedua “Sandcastles in the Sand” dimana Sam menjadi modelnya, Robin dan Barney pun berciuman dan mereka tidur bersama.

Hal ini membuat Barney merasa bersalah pada Ted dan karena ia telah melanggar “Bro Code” dimana ada sebuah buku (semacam kitab) yang menyatakan bahwa “dilarang mengencani mantan sahabatmu sendiri”. Marshall yang tau kalau Barney dan Robin tidur bersama pun takut kalau ia tak bisa menjaga rahasia. Namun saat ultah Ted yang ke 30, Ted mengetahui hal tersebut karena Robin sendiri yang bilang padanya. Ted marah besar terhdap Barney dan memutuskan untuk tidak berteman lagi dengan Barney.

Di akhir season 3, setelah berkencan dengan Stella begitu lama, Ted tiba-tiba merasa ingin putus. Ted lalu membicarakan hal ini pada Stella. Stella tak mengira kalau itu adalah ungkapan putus dari Ted. Ted merasa melakukan kesalahan sehingga ia berniat kembali pada Stella. Di perjalanan hendak menghampiri Stella, taksi yang ditumpangi Ted tertabrak mobil. Namun Ted baik-baik saja. Stella datang dan menghibur Ted. Namun ia kembali kecewa karena mengetahui kalau Ted sempat berniat putus dengannya. Sementara itu, Barney yang mengetahui kalau Ted kecelakaan pun langsung pergi ke rumah sakit. Namun ia malah tertabrak bus saat hendak menyebrang. Alhasil Barney mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya. Dan hal ini membuat Ted memaafkan Barney dan mereka kembali berteman. Ted merasa bersalah pada Stella. Ia mencari Stella, meminta maaf, dan dengan spontan Ted pun melamar Stella.

Season 4

Setelah tidur bersama Robin di season sebelumnya, Robin meminta Barney agar menganggap hal itu tak pernah terjadi. Namun ternyata Barney tak bisa melupakan kejadian itu begitu saja. Barney merasa ia telah jatuh cinta pada Robin. Ia pun mencurahkan isi hatinya pada Lily. Lily menganjurkan Barney untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Robin dan mulai menjalin hubungan serius terhadap Robin. Namun Barney menolaknya karena ia masih tak bisa lepas menjadi playboy dan terus berhubungan dengan cewek-cewek seksi.

Sementara itu, Stella akhirnya menerima lamaran Ted. Ia dan Ted berencana tinggal bersama di New Jersey. Keputusannya itu dibarengi oleh keputusan Lily dan Marshall yang hendak pindah apartemen dan juga keputusan Robin yang hendak pindah ke Jepang. Menjelang hari pernikahannya, Ted dan Stella bertengkar karena Ted mengundang Robin, mantan pacarnya. Ted juga mengundang Tony, mantan suami Stella. Namun hal ini malah membuat Stella membatalkan pernikahan dan meninggalkan Ted di altar karena Stella memutuskan untuk kembali pada Tony. Ted begitu kecewa pasca hubungannya dengan Stella berakhir.

Robin lalu memutuskan pindah bersama Ted dan tinggal bersama pasca Lily dan Marshall pindah ke apartemen mereka yang baru. Robin dan Ted kerap bertengkar karena masalah-masalah kecil. Mereka mengatasinya dengan tidur bersama. Saat Barney mengetahuinya, ia begitu cemburu. Barney tak tahan dengan kemarahannya sehingga ia selalu mencari sesuatu untuk pelampiasan. Mengetahui Ted dan Robin bertengkar karena hal-hal kecil, diam-diam Barney mengatasi masalah mereka dengan menyediakan segala kekurangan yang dipermasalahkan Ted dan Robin. Hal ini dilakukan Barney agar Ted dan Robin berhenti bertengkar dan berhenti mengatasinya dengan tidur bersama. Hal ini membuat Ted curiga terhadap perasaan Barney kepada Robin.

Di akhir season 4, Robin mengetahui perasaan Barney terhadapnya setelah mendengar percakapan Barney dengan Ted. Robin ketakutan sendiri. Ia akhirnya mengambil saran Lily dan Marshall untuk menolak Barney dengan cara ‘Mosby’. Yaitu menyatakan cintanya duluan seperti yang dilakukan Ted padanya dulu, sehingga membuat Barney ketakutan menjalin hubungan serius kemudian menolaknya. Dan benar saja, saat Robin bilang cinta pada Barney, Barney yang gengsi dengan perasaannya langsung menolak Robin. Namun diakhir episode mereka tak bisa menahan perasaan masing-masing sehingga mereka kembali berciuman.

Season 5

Lily dan Marshall senang akhirnya Robin dan Barney berciuman dan menciptakan hubungan yang serius. Namun Robin dan Barney menyangkal kalau mereka sudah berpacaran. Lily tak suka cara mereka. Alhasil Lily memaksa mereka untuk saling bicara dan menegaskan hubungan mereka. Bahkan Robin dan Barney dikunci bersama di sebuah kamar supaya bisa bicara satu sama lain. Robin dan Barney akhirnya memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.

Sementara itu Ted meninggalkan pekerjaannya sebagai arsitek dan memutuskan untuk mengajar di sebuah kampus. Di awal harinya mengajar, Ted salah masuk ruang. Ia memasuki ruang Ekonomi dimana dijelaskan bahwa di ruang itu cinta sejatinya berada. Ted lalu mengencani seorang gadis bernama Cindy (Rachel Bilson) yang juga dijelaskan sebagai teman satu apartemen cinta sejatinya. Saat berkencan dengan Cindy, Ted selalu mengagumi teman satu apartemen Cindy yang selalu diceritakan sehingga membuat Cindy kesal sendiri dan lalu mengusir Ted dari apartemennya. Ted yang penasaran dengan teman satu apartemen Cindy ini hanya sempat melihat kakinya saat ia berkunjung ke apartemen itu.

Hubungan Robin dan Barney menjadi sangat membosankan bagi keduanya karena mereka berulah tidak seperti diri mereka sendiri. Ted dan Marshall merasa mereka harus membuat hubungan mereka putus. Namun akhirnya Robin dan Barney pun putus dengan sendirinya karena keduanya merasa kalau mereka harus kembali berteman agar mereka bisa jadi diri sendiri. Pasca putus, Barney kembali menjadi Playboy. Sedangkan Robin kembali mencari teman kencan. Sayangnya tidak mudah bagi Robin mendapatkan teman kencan secepat Barney. Robin sempat sakit hati karena melihat Barney yang dengan mudah melupakan hubungan mereka. Ia lalu menyuruh seorang penulis buku, Anita (Jennifer Lopez) untuk mengerjai Barney. Mengetahui Anita mengerjainya karena permintaan Robin, Barney pun mencoba bicara pada Robin. Robin meminta Barney tak mengencani Anita. Barney menyanggupinya. Ia bahkan memberikan kesempatan pada Robin untuk merasakan kencan yang sempurna yang telah disusunnya untuk mengencani Anita. Robin pun memilih Don, partnernya dalam membawakan sebuah acara TV untuk menjadi teman kencannya. Hubungannya dengan Don berakhir saat Don memutuskan untuk menerima pekerjaan di Chicago, dimana sebelumnya pekerjaan itu ditolak oleh Robin karena tidak ingin meninggalkan Don.

Di akhir season 5, Lily dan Marshall berharap bisa punya anak. Namun Lily memutuskan untuk menemukan kembaran Barney dulu sebelum mereka memutuskan punya anak. Sebelumnya mereka sudah bertemu kembaran masing-masing dari mereka. Kembaran Robin yang seorang cewek tomboy, kembaran Marshall yang seorang bintang iklan, kembaran Lily yang seorang penari striptis, dan kembaranTed yang seorang petarung. Mereka tak kunjung menemui kembaran Barney. Hingga akhirnya Lily menemukan kembaran Barney yang seorang penjual Hotdog. Namun pada kenyataannya penjual hotdog itu sama sekali tak mirip Barney. Namun demi Lily, mereka rela berbohong.

Season 6

Tahun 2010, tepatnya pada tanggal 20 September, HIMYM mulai tayang di channel CBS. Gue ngga akan bahas season ini dulu, karena gue mesti nunggu sampe complete season. So, be patient cos we’ll be waiting…


CAST

Ted Mosby (Josh Radnor)
Lily Aldrin (Alyson Hannigan)
Jason Segel (Marshall Eriksen)
Robin Scherbatsky (Cobie Smulders)
Barney Stinson (Neil Patrick Harris)


THE AWESOME: BARNEY STINSON

Ted Mosby mungkin adalah leader dalam sitcom ini. Tapi Barney Stinson, jelas sangat menarik perhatian khalayak ramai. Tokoh yang diperankan oleh Neil Patrik Harris ini berhasil menarik perhatian majalah TIME dan masuk dalam kaetgori 100 orang yang sangat berpengaruh di tahun 2010. Jelas Neil berhasil menarik perhatian dan mempengaruhi banyak orang karena tokoh Barney yang diperankannya tersebut seperti layaknya seorang hypnoteraphy yang dengan gampang bisa mempengaruhi pikiran banyak orang. Barney adalah tokoh dengan ciri-ciri; selalu rapi memakai setelan jas dan dasi, serta bersepatu dan mengenakan jam tangan. Gue rasa pasti dia juga punya bau badan yang wangi karena ia di deskripsikan sebagai lelaki kaya dan suksess dalam pekerjaannya. Ngga heran deh kalo dia itu Pede banget sama dirinya sendiri dan menganggap dirinya ‘AWESOME’ (menakjubkan).

About the relationship with Robin Sherbatsky

Barney termasuk cowok yang narsis. Dia sangat mengagumi dirinya sendiri dan mengakui bahwa dirinya sangat menarik. Sikap percaya dirinya terpancar dari auranya sehingga membuat siapapun jatuh cinta pada tokoh Barney. Walau kadang ada sisi-sisi Barney yang sangat gue benci (kayak selalu mencampakan perempuan setelah menidurinya), tapi gue salut karena Barney bisa juga jatuh cinta. Apalagi ama Robin. Gue mulai suka hubungan mereka sejak mereka menghabiskan waktu bersama dalam satu episode (Season 1; zip!zip! zip!) dimana waktu itu Robin dan Barney sama-sama ngga ada kerjaan. Barney yang butuh teman cowok buat hang out, akhirnya mengajak Robin. Walau Robin bukan cowok, tapi Robin punya sisi-sisi kelaki-lakian. Keduanya sama-sama punya hobby yang menantang (suka main tembak-tembakan dan ngisep cerutu). Ada juga satu episode dimana Robin lagi ngga pake make up dan Barney bilang “Holy crap, you’re so beautiful!” (Season 2; Moving Day). Kalimat itu diungkapkan oleh tokoh Barney seolah dari hati yang paling dalam. Makanya, gue bersemangat banget pas nonton season 4 & 5 dimana hubungan Barney dan Robin makin ditonjolkan kedekatannya sampe akhirnya mereka jadian. Sayang, mereka putus di season 5 episode ‘The Rough Patch’. Tapi belum tau juga hubungan mereka akan berlanjut apa ngga. Yang gue liat di season 6 episode ‘Subway War’, Barney lagi-lagi mengalah untuk Robin. Hmmm..

About the Iconic Phrase

Oya, Barney selalu punya kata-kata khas dari season 1 sampe season 6 (sejauh ini). Kata-kata itu pun yang meng-influence para fans HIMYM (kayak gue). Banyak kalimat atau kata-kata yang dilebay-lebay-in ato dipanjang-panjangin buat dramatisasinya. Berikut kata-kata Barney Stinson yang sangat catchy;

- Suit Up! > diucapkan kalo Barney nyuruh Ted ato siapapun untuk mengenakan setelan jas saat mau hang out ama dia.

- It’s going to be Legen… wait for it… dary!!! > diucapkan kalo Barney menganggap idenya adalah ide yang brilian.

- Haaaaave… you met Ted?! > diucapkan kalo Barney mau ngenalin Ted pada seorang cewek. Kalimat ini juga kerap diucapkan oleh beberapa karakter lainnya dengan mengganti namanya. Ex: Robin ‘Have you met Barney?’

- What Up (dibaca Whad’ Up) > diucapin kalo menyapa orang (bahkan pada Tuhan saat berdoa).

- Awesome > diucapkan saat Barney memuji dirinya sendiri.

- High Five > diucapkan saat Barney hendak melakukan tos tangan dengan siapapun. Namun kata ini kerap ia ganti sesuai keadaan. Ex: saat ia dan Ted tidak berhadapan dan hanya dipisahkan dengan pintu, Barney menggantinya dengan kata “door five”

- Lame > diucapkan saat Barney yang menganggap sesuatu yang norak.

- Daddy’s home/ Daddy’s back > diucapkan jika Barney mulai kembali dalam aksinya mencari cewek-cewek seksi untuk dikencani.

Click to see Barney's Blog

Download Barney video resume:

http://barneysvideoresume.com/video/himym_barney_video_resume_med.mov

About The Suit

Barney juga digambarkan sebagai seseorang yang sangat mencintai setelan jasnya. Banyak hal yang memperkuat karakter ini. Diantaranya seperti kata-kata khasnya yaitu ‘Suit up!’ yang menjadi trade marknya. Bahkan ia tidur dengan piyama yang berbentuk setelan jas lengkap dengan dasinya. Ada satu episode yang khusus mengangkat tema soal setelan jas Barney (Seasion 4; Girl vs Suit). Di episode ini Barney benar-benar harus memilih antara seorang gadis bartender yang seksi atau setelan jasnya. Dan pada saat itu juga, Barney punya imajinasi tentang dirinya yang sedang menyanyikan lagu tentang setelan jas berjudul “Nothing Suits Me Like A Suit”. Tapi setelah lagu selesai dan kembali pada kenyataannya, Barney malah memilih cewek seksi itu. Ia bahkan rela berpakaian cassual hanya untuk menarik perhatian si cewek. Namun kerinduannya mengenakan setelan jas digambarkan secara dramatik. Layaknya super hero yang sedang bertransformasi, Barney pergi ke kamar mandi dan memakai setelan jas tersebut walau cuma beberapa menit. Dan saat jasnya sobek, ia rela berlari-lari membawa jas itu (seperti menggendong orang yang sedang terluka) hingga sampai ke penjahit langganannya.

Watch the video of Barney Stinson - Nothing Suits Me Like A Suit

video

About a man behind Barney Stinson

Neil Patrick Harris adalah nyawa dari Barney Stinson. Awalnya gue ngga begitu kenal dia. Pernah liat sih di beberapa acara TV atau majalah, tapi ngga ngeh kalo dia itu komedian yang sangat berbakat. Begitu tau kalo dia orang broadway yang bisa acting, nyanyi, nge-dance, bahkan sulap, gue pun makin kagum sama Neil. Bakat sulapnya kerap ditunjukkan dalam HIMYM (karena sosok Barney digambarkan berbakat dalam segala hal). Yang gue salut, kehidupuan Neil dan Barney sebenernya sangat bertolak belakang. Barney yang diceritakan di HIMYM adalah cowok pengagum payu dara dan pantat seksi, selalu memuja dan mengerti perempuan dengan pasti, serta terlihat sangat gentle dan berwibawa sebagai cowok. Sedangkan Neil Patrick Harris pada kenyataannya adalah seorang Gay. Pacarnya David Burtka juga main di sitcom ini dan ia berperan sebagai Scooter (Bill), mantan pacar Lily saat SMA.

Two thumbs up buat Neil Patrick Harris yang berhasil melepas sosok dirinya sendiri dan bertransformasi menjadi seorang Barney Stinson. What the hell lah… walopun Neil adalah gay, tapi Barney adalah cowok sejati bagi gue. So I love u Barney Stinson… ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jujurlah, karena selain sabar, orang jujur disayang Tuhan!